40 Peserta Bersaing di Bidang Konstruksi - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru

Live Streaming

Kamis, Oktober 27, 2016

40 Peserta Bersaing di Bidang Konstruksi


Pangkalpinang – Sebanyak 40 peserta mengikuti lomba pekerjaan konstruksi tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bidang keahlian dilombakan yakni, pandai batu, pandai besi, tiling (pemasangan ubin), drafter (juru gambar), scaffolding, plambing, juru ukur, instalatur listrik dan pelaksana lapangan jalan. Sedangkan dua bidang lainnya, pelaksanaan lapangan pekerjaan gedung dan operator excavator.

Terdapat sebelas bidang lomba dipertandingkan tahun ini. Jika lolos seleksi tingkat provinsi, dua peserta dari masing-masing bidang tersebut akan mewakili daerah untuk mengikuti lomba di tingkat nasional. Rencananya lomba tingkat nasional digelar mulai tanggal 6 hingga 10 November 2016, di Balai Pelatihan dan Peralatan, Jakarta.

Tajuddin Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), pekerja harus mempunyai keterampilan agar mampu bersaing dengan pekerja asing. Untuk menghadapi persaingan tersebut harus meningkatkan kemampuan di bidang masing-masing.

“Persaingan ke depan semakin ketat. Jika kita tidak kuat akan tersingkir. Kemudian lapangan pekerjaan akan diisi tenaga asing dan itu boleh dalam dunia MEA,” kata Tajuddin saat membuka Lomba Pekerjaan Konstruksi Tingkat Provinsi, di Gedung BLKI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (26/10/2016).

Tahun ini, bidang lomba pemasangan batu diikuti empat peserta. Sedangkan bidang pembesian diikuti tiga peserta, pemasangan ubin empat peserta, drafter ada 12 peserta, pemasangan scaffolding diikuti tiga peserta, bidang Plambing ada dua peserta dan untuk lomba bidang juru ukur diikuti empat peserta. Sementara lomba instalatur listrik diikuti tiga peserta, pelaksana lapangan jalan, pelaksanaan lapangan pekerjaan gedung dan operator excavator bersaing lima peserta.

Hal senada disampaikan Elfiyena Kepala Biro Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengatakan, pekerja konstruksi dapat bersaing dengan tenaga asing. Masyarakat Indonesia jangan menjadi penonton di daerah sendiri. Untuk itu, keterampilan saja tidak cukup jika belum mempunyai sertifikasi yang diakui akreditasinya.

Lomba pekerja konstruksi bertujuan meningkatkan jejering kerja antar pelaku konstruksi dan pembinaannya di tingkat kabupaten/kota maupun tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Ia mengharapkan kegiatan ini dapat memperkuat institusi daerah dan mendorong pembentukan asosiasi atau paguyuban tukang serta mandor sebagai wadah berhimpun.

“Kita mendorong pembentukan asosiasi atau paguyuban tukang dan mandor sebagai wadah berhimpun pekerja konstruksi dalam memperjuangkan kepentingan. Selain itu untuk meningkatkan kualitas diri, sekaligus sebagai wadah bertukar informasi maupun mendapatkan informasi bursa kerja jasa konstruksi,” tegasnya.

Terdapat beberapa kriteria lomba. Warsito Dewan Juri Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjelaskan, kriteria tersebut di antaranya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk memperhatikan pelindung diri seperti helm, pelindung kaki dan baju pengaman. Selain penerapan K3, peserta lomba harus mampu menguasai gambar kerja.

“Peserta juga harus bisa membaca gambar kerja dan menentukan sketsa, kesiapan alat dan bahan serta metode pelaksanaan. Termasuk juga hasil kerjanya, ketepatan waktu dan kebersihan lingkungan kerja,” paparnya.


Tidak ada komentar: