Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]




Inradiofm.com, Manggar Beltim – Meski tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku usia anak-anak di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) masih terbilang sangat kecil, namun angka kenakalan dan pelanggaran norma yang dilakukan anak-anak sudah cukup memprihatinkan. Untuk itu, perlunya peran aktif orang tua dalam bentuk pengawasan dan pendidikan moral yang baik bagi anak.

Hal tersebut ditekankan Kaur Bin Ops (KBO) Reserse Kriminal Polres Beltim, Iptu. Naek Hutaheyan, saat memberikan materi Sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Acara yang digelar oleh Bagian Hukum Setda Beltim ini berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Camat Damar, Rabu (2/11).

“Jika anak sering melakukan pelanggaran atau kenakalan, berarti ada yang salah di bentuk pendidikan anak di rumah. Kenapa anak lebih mengadopsi kegiatan negatif yang ada di lingkungannya dari pada yang diajarkan di rumah,” kata Hutaheyan.

Menurutnya untuk masalah anak semuanya harus berperan aktif, baik orang tua, guru, pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat dan pemuka agama. Harus ada pembagian tugas.

“Jam sekian-jam sekian tanggung jawab siapa. Pas di rumah, tanggung jawab orang tua, di sekolah guru, proses berangkat dari rumah pemerintah dan polisi. Jadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Hutaheyan mengatakan UU Nomor 11 tahun 2012 sangat memberikan kelonggaran pidana bagi anak-anak. Selain itu, juga belum diatur pasal bagi orang yang memberikan fasilitas dan menyuruh anak-anak melakukan tindak pidana.

“Kalau anak usia 0 – 12 tahun melakukan tindak pidana mereka wajib dikembalikan kepada orang tua melalui restorasi justice, atau penyelesaian permasalahan jika ada kerugian maka akan diganti oleh orang tua. Cuman proses hukum tetap kita selesaikan,” jelasnya.

Di Kabupaten Beltim sendiri, Ia menilai kasus yang dilakukan anak-anak, hanya sebatas melakukan kenakalan dan tindak pelanggaran. Jika pun ada tindak pidana, tak lebih dari 5 kasus dalam setahun.

“Kalau hasil patroli, kita hanya menemukan kelang-kaleng aibon, bungkus komik, arak dan minuman keras lainnya. Belum masok kategori Narkotika, tetapi sudah masuk dalam mempunyai zat adiktif lainnya yang dapat merusak kesehatan,” ungkapnya.

Untuk itu, Ia menilai perlunya ada lembaga rehabilitasi untuk membina dan menampung anak-anak yang tidak mampu dididik oleh orang tuanya. Di lembaga tersebut nantinya anak akan diberikan pelatihan sekaligus penanaman moral dan keagamaan.

“Ini khusus untuk anak-anak dalam kategori perlu dibina, kita titip di sana. sejenis panti. Selama ini karena belum ada panti, makanya anak-anak yang melakukan tindak kenakalan langsung dikembalikan ke orang tua, namun sayangnya tidak ada proses pembinaan,” ujarnya. @2!


Sumber : Humas Beltim

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]