Stasiun BKIPM Pacu Potensi Perikanan Babel - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Kamis, Desember 22, 2016

Stasiun BKIPM Pacu Potensi Perikanan Babel


INRADIOFM.COM, Pangkalan Baru, Bangka Tengah - Keberadaan Stasiun Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) diharapkan berkontribusi dalam memacu potensi besar sektor perikanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

"Sehingga apapun yang kita lakukan bisa sinergi. Tujuan utamanya tentu kemajuan bagi Bangka Belitung di sektor perikanan dan secara umum untuk Indonesia," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Babel Dr Yuswandi A Temenggung pada penandatanganan Berita Acara (BA) serah terima pemanfaatan gedung Stasiun BKIPM, Rabu (21/12).

Pada kegiatan yang berlangsung di ruang VIP Bandara Depati Amir Pangkalpinang, di Pangkalan Baru, Bangka Tengah, berita acara diterima langsung Kepala BKIPM Dr Rina MSi.

Lebih lanjut Yuswandi mengatakan bahwa serah terima merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam penyelesaian administrasi pemanfaatan fisik gedung, termasuk Stasiun BKIPM Babel.

"Di lapangan, teman-teman dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) sudah berkerja di balai ini tidak mesti menunggu administrasinya, tapi secara pembukuan hari ini sudah diserahterimakan secara resmi," tambahnya.

Sejalan dengan pemanfaatan gedung, Yuswandi optimistis hal itu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produk potensial sektor kelautan dan perikanan, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Sementara Kepala BKIPM Rina menyampaikan rasa terima kasih atas diterimanya gedung stasiun yang representatif sehingga menunjang kelancaran tugas di BKIPM.

Keberadaan gedung tersebut, sebutnya, turut pula berpengaruh pada pembinaan dan peningkatan Unit Pengolahan Ikan (UPI). Sehingga produk perikanan Babel dapat dipasarkan di seluruh dunia dengan sertifikasi grade A. Saat ini, ekspor perikanan Babel melalui UPI yang sudah memiliki sertifikasi grade B.

"Kita bersama berusaha untuk naik ke grade A agar Babel bisa ekspor ke Uni Eropa atau seluruh dunia. Potensi kualitas perikanan di sini bisa kita perbaiki, baik cumi, udang dan kerapu," sebutnya.

Apalagi, menurutnya, saat ini kapal-kapal dari luar negeri diantaranya Hongkong secara rutin mengangkut hasil laut Babel. Kondisi ini harus dimanfaatkan melalui pembinaan UPI secara berkelanjutan, termasuk sistem karantinanya.

"Bisa memberikan jaminan kepada negara-negara yang akan menerima produk perikanan, bahwa kualitas sesuai dengan standar yang mereka inginkan. Sehingga memperoleh nilai lebih baik, pasar yang besar, serta menggerakan perekonomian," tambahnya.

Dalam catatannya, produk perikanan Bangka Belitung hingga November 2016 yang diekspor mencapai 24 ribu dengan nilai Rp 1,2 triliun. Sebab itu Rina berharap UPI-UPI yang tersebar dapat menjaga kualitas sebagai salah satu jaminan ekspor ke mancanegara.

"Sudah bisa langsung ekspor keluar dengan brand Bangka Belitung sesuai grade sekarang, dibandingkan sebelumnya harus dikirim terlebih dulu ke Jakarta atau daerah lain," demikian Rina. (supri)

Sumber : HumasPro Babel