Yuslih Ihza : Beltim Harus Layak Untuk Anak dan Perempuan - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Kamis, Desember 22, 2016

Yuslih Ihza : Beltim Harus Layak Untuk Anak dan Perempuan


INRADIOFM.COM, 
Manggar, Beltim – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) diibaratkan seperti fenomena "gunung es". Banyak yang tahu akan adanya tindak kekerasan, namun hanya sedikit yang ingin melaporkan dan sedikit yang mau peduli.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Ikhwan Fahrozi seusai Peringatan Hari Ibu ke 88 di Auditorium Zahari MZ, Rabu (21/12).

Ia mengungkapkan banyak praktek kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi khususnya di desa-desa yang ada di Kabupaten Beltim. Namun Ia menyesalkan keengganan masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan tersebut, meski menimpa dirinya atau keluarga dekatnya.

"Banyak itu kejadian di pelosok desa. Angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Beltim ini sudah lumayan tinggi. Ini harus jadi perhatian bersama," tegas Ikhwan.

Menurutnya jika saja ada yang mau melaporkan adanya tindak kekerasan, kejadian yang tidak diinginkan lebih lanjut dapat dicegah. Dengan tingginya perbandingan tingkat kekerasan terhadap jumlah penduduk, Pemerintah Daerah harus jeli melihat kondisi yang ada.

"Harus dibentuk suatu lembaga, yang khusus menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. Semacam konsultan pelayanan untuk penanganan trauma korban," jelasnya.

Ia mengatakan selama ini dinasnya cukup kewalahan untuk mendeteksi dan menangani kasus-kasus yang ada.

"Jika hanya mengandalkan Pemberdayaan Perempuan dan LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga-red) tidak akan mampu. Kita bekerja sesuai anggaran, kadang anggaran tidak memadai," ujar Ikhwan.

Sementara itu Bupati Beltim, Yuslih Ihza mengatakan Hari Ibu yang diperingati tiap 22 Desember, diharapkan dapat mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

"Hari Ibu juga hendaknya dapat mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna hari ibu sebagai momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan. Peringatan Hari Ibu diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas ibu, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan," katanya.

Ia juga mengatakan terus memantau perkembangan kasus-kasus kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak khususnya di Kabupaten Beltim. Ia berharap Kabupaten Beltim akan mampu menjadi kabupaten yang layak dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Banyak pemberitaan baik di media cetak maupun internet tentang kekerasan anak dan perempuan yang terjadi di tengah-tengah kita. Kita harus tumbuhkan kesadaran untuk melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan," ujarnya. (@2!)

Sumber : Humas Beltim