Beltim Bebas Penyakit Antraks, Masyarakat Tak Usah Khawatir - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Sabtu, Januari 28, 2017

Beltim Bebas Penyakit Antraks, Masyarakat Tak Usah Khawatir

Inradiofm.com,  Manggar BELTIM - Maraknya penyebaran penyakit antraks di beberapa daerah di tanah air membuat banyak masyarakat khawatir. Meski begitu, Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Kabupaten Belitung Timur menjamin daging sapi dan kambing yang diperdagangkan di pasar, bebas dari antraks.

Therissia Hati, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Distangan Beltim.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan Distangan, Therissia Hati menyatakan Kabupaten Beltim aman dari penyakit antraks. "Masyarakat dihimbau tidak perlu khawatir," ujar Therissia di ruang kerjanya, Kamis (26/1) lalu.

Diungkapkannya hingga saat ini belum ada kasus, baik Kabupaten Beltim maupun Belitung.

“Penyakit ini memang sangat berbahaya bagi ternak. Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah kita temukan kasus, sehingga bisa dikatakan Kabupaten Beltim masih aman,” katanya.

Dokter Hewan asal Tulang Bawang Lampung tersebut mengatakan untuk mengantisipasi kemungkinan kasus, Distangan Kabupaten Beltim terus melakukan pemantauan ke rumah potong, pasar dan juga peternakan warga. Selain itu juga, pihaknya rutin melakukan pengambilan sampel darah ke peternakan. "Kita terus lakukan pendampingan dan pemantauan kepada para peternak di lapangan. Kita akan upayakan Kabupaten Beltim tetap bebas penyakit mematikan tersebut," ujarnya.

Ia mengungkapkan penyakit antraks sangat fatal bagi hewan, dan merupakan peringatan bagi peternak. Di dalam ilmu kedokteran hewan, antraks termasuk penyakit hewan strategis yang menjadi prioritas pemerintah.

"Penyebabnya adalah bakteri Bacillus Antrhracis, yang dapat menyebabkan kematian bagi hewan. Semua hewan jenis herbivora, dapat terserang bakteri ini. Gejalanya keluar darah dari seluruh lubang tubuh, terus juga keringat berdarah," jelasnya.

Menurutnya penyakit ini juga dapat menular ke manusia. Penularan tersebut biasanya melalui luka pada kulit. Selain itu, konsumsi daging yang terkontaminasi dan tidak dimasak dengan suhu tinggi juga dapat membuat bakteri dapat berpindah ke manusia.

"Penanganannya tidak boleh dibawa kemana-mana harus langsung dikubur di situ. Jangankan dikonsumsi, disembelih aja tidak boleh karena bisa menyebar lewat udara," terangnya.

Theressia Hati Saat Lakukan Pengambilan Sampel,dan Pemantauan Ternak
Belum pernah adanya kasus penyakit antraks di Kabupaten Beltim dan Belitung, membuat vaksin anti antraks tidak tersedia di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim. Hal ini tidak menjadi ancaman, karena jika tertular kepada manusia cukup diobati dengan menggunakan antibiotik.

"Disini memang belum ada. Cuman tahun 2016 lalu di Gorontalo Sulawesi yang cukup banyak makan korban. Itu pun karena tidak menghiraukan himbauan agar tidak menjual daging terkontaminasi antraks," ungkap Therissia.

Dikatakannya, langkah pencegahan antraks sebaiknya menggunakan vaksin anti antraks. Vaksin tersebut biasanya disuntikkan kepada hewan ternak minimal satu tahun sekali.

"Sebenarnya pencegahan untuk antraks harus dikasih vaksin. Cuman karena gak ada kasus paling cuman pengambilan sampel dan pemantauan saja, dan itu kerjasama dengan pihak provinsi," tutupnya.

Sumber : Diskominfo Beltim
Editor : HK