Kantor Pelayanan Perizinan Pemkab Beltim Pindah - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Selasa, Januari 10, 2017

Kantor Pelayanan Perizinan Pemkab Beltim Pindah

Inradiofm.com, Manggar BELTIM - Pasca mutasi dan perubahan SOTK di Pemkab Belitung Timur (Beltim) beberapa Kantor SKPD dipindahkan. Perpindahan ini dikarenakan untuk memudahkan akses, koordinasi, administrasi dan pelayanan.

Sekda Beltim, Talafuddin
Pantauan Diskominfo Beltim, Senin (9/1), setidaknya ada empat kantor yang menempati kantor baru. Kantor Dinas Perhubungan yang baru menempati Kantor Dinas Pertambangan dan Energi lama, Dinas Penamanan Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) menempati bekas Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi, Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika menggunakan Kantor Perhubungan lama, Kantor Dinas Keluarga Berencana menempati eks gudang obat Dinas Kesehatan, dan Kantor Dinas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan akan menempati Bekas Kantor Bupati Beltim di Jalan Sudirman Manggar.

Kepala DPMPTSPP, Syahrial mengatakan perpindahan tersebut dikarenakan bangunan Kantor BPMPT yang lama sudah tidak memungkinkan untuk menampung pegawai yang ada. Untuk itulah Ia dan stafnya memutuskan untuk pindah ke bekas Kantor Disperindagkop Beltim.

“Di gedung lama gak cukup nampung pegawai dari dua dinas, makanya saya ajak pindah ke sini. Kebetulan kantor ini tidak terpakai,” jelas Syahrial.

Mantan Kepala Disperindagkop Beltim ini menyatakan mulai saat ini pelayanan perizinan dan satu pintu akan dipusatkan di satu kantor. Ia pun membantah jika perpindahan kantor akan mempersulit akses masyarakat.

“Perizinan kita taroh di belakang, jadi masyarakat masuk dari gerbang selatan. Gak ada masalah kantor di belakang, Dinas Catatan Sipil aja di belakang, tapi masyarakat masih bisa datang ke sana dan dilayani dengan baik,” ujar Syarial.

Untuk memudahkan pelayanan ke masyarakat, DPMPTSPP akan memasang rambu penunjuk arah dan informasi. Rambu-rambu tersebut akan dipasang di seputaran komplek perkantoran pemerintah terpadu.

“Nanti kita akan pasang penunjuk arah, dan pengumuman di kantor lama. Mudah-mudahan masyarakat akan terbantu dan paham,” katanya.

Sementara itu, beberapa orang mantan pegawai Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten mengaku agak ‘kesulitan’ dengan keberadaan kantornya yang baru. 26 pegawai tersebut menempati kantor di bekas gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim.

Ruangan ‘kantor’ yang diperuntukkan untuk menampung dua bidang KB tersebut, hanya memiliki luas 9 x 11 meter persegi. Di ruangan juga tersebut belum memiliki jendela dan pendingin ruangan sehingga terlihat sempit dan pengap.

“Nanti akan kita berikan ac untuk pendingin ruangan biar dak gerah. Kebetulan dari kantor lama belum dibawa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Liatim.

Liatim pun meminta kepada stafnya untuk bersabar. Rencananya saat APBD Perubahan pertengahan tahun nanti Dinasnya akan menambah satu ruangan baru.

Ia juga menolak saat ditanya opsi untuk pisah kantor.

“Kalau bidangnya terpisah-pisah susah koordinasi. Cuman intinya saya tetap memikirkan anak buah saya, bagaimanapn juga mereka dulunya rekan-rekan saya sekantor,” ucap Mantan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah tersebut.

Akan Dibuatkan SK Penggunaan Gedung Pemerintah

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Beltim, Talafuddin mengatakan lumrah adanya jika ada beberapa staf merasa masih belum bisa menyesuaikan dengan kantor baru. Ia yakin dengan berjalannya waktu, para pegawai akan segera mampu beradaptasi.

“Biasalah itu, masih proses penyesuaian. Namanya juga masih baru, nanti juga akan terbiasa,” kata Talafuddin saat menjawab pertanyaan Diskominfo Beltim dan wartawan di Kantornya, Senin (9/1).

Selaku Kuasa Pengguna Barang Milik Daerah, Talafuddin mempersilahkan masing-masing SKPD untuk melakukan penambahan bangunan atau infrastruktur untuk menunjang kinerja dan pelayanan. Ia meminta saat ini SKPD menggunakan aset yang ada.

“Silahkan nanti direncanakan apa yang mau ditambahkan. Kalau sekarang manfaatkan dulu apa yang ada,” ujarnya.

Jika sudah tetap dan proses perpindahan selesai tiap kantor Dinas akan dibuatkan SK Bupati untuk pemakaian gedung. Hal ini juga terkait aset-aset lainnya.

“Kita segera buatkan SK Bupati. Biar nanti tetap juga untuk pemakaian asetnya,” ungkap Sekda. (@2!)