PLN Sosialisasi Kebijakan TDL Tepat Sasaran - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Kamis, Januari 19, 2017

PLN Sosialisasi Kebijakan TDL Tepat Sasaran

Inradiofm.com, PANGKALPINANG - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Perwakilan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung gelar sosialisasi kebijakan subsidi penerimaan Tarif Dasar Listrik (TDL) tepat sasaran, bertempat di ruang pertemuan Pasir Padi Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (19/1/2017).

Rino, selaku Manager Niaga PLN Perwakilan Bangka Belitung mengatakan dalam paparannya bahwa penerimaan TDl tepat sasaran saling kerjasama dengan pemerintah daerah sangat penting terutama pemerintah daerah terkecil yaitu pihak kelurahan /desa dalam memberi data yang tepat mengenai kategori masyarakat mampu atau tidak mampu yang berhak menerima subsidi listrik, karena pihak kelurahan,kecamatan yang punya basis data.

"Kerjasama dengan kelurahan maupun kecamatan sangat penting karena disanalah sumber data masyarakat dan pihak kelurahan yang dapat mengetahui kondisi ekonomi masyarakat daerahnya," ujarnya.

Terkait tentang masyarakat yang mengeluhkan kondisi perekonomian saat ini dengan adanya pengurangan atau pencabutan subsidi terbatas atas pelanggan, masyarakat dapat mengajukan keberatan dengan mendatangi kantor kelurahan atau desa untuk membuat surat keterangan tidak mampu untuk dilakukan pendataan dan nanti tim akan menentukan namun tentu nya melalaui proses yang cukup panjang.

Suasana Sosialisasi Kebijakan TDL di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur
"Masyarakat dapat mengajukan keberatan atas pengurangan subsidi ini,namun tentunya melalui proses dan waktu kurang lebih 9 (sembilan) bulan dari awal pengajuan keberatan sampai penentuan layak atau tidak," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Rino mengharapkan semua elemen masyarakat yang ada dapat membantu untuk mensosialisasikan kegiatan ini agar subsidi dapat tercapai dengan baik dan penerima subsidi ini tepat sasaran.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli bidang ESDM, Dinas kesehatan, Distamben, Kabiro perekonomian, para tokoh agama NU dan Muhammadiyah, serta BKPRMI Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. (erw)