Hujan Deras, Ini Yang Dilakukan Pemda Beltim Agar Warga Nyoblos - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Rabu, Februari 15, 2017

Hujan Deras, Ini Yang Dilakukan Pemda Beltim Agar Warga Nyoblos

Inradiofm.com, Manggar BELTIM – Hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), membuat pelaksanaan Pilkada 2017 sedikit terganggu. Para pemilih terlihat lebih betah di rumah, enggan beranjak untuk menggunakan hak pilihnya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Kondisi TPS IV Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit Beltim terendam. Tampak salah seorang pemilih datang meski hujan deras dan banjir, Rabu (15/2).
Pantauan Diskominfo Beltim di 10 TPS Kecamatan Manggar, Damar dan Kelapa Kampit Rabu (15/2), hingga pukul 11.00 WIB, rata-rata jumlah partisipasi pemilih hanya mencapai tingkat 40 persen. Jumlah partisipasi ini jauh menurun dibanding pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun 2015 lalu yang mencapai 76 persen.

"Kita tidak bisa apa-apa, ini kan faktor alam. Hujan adalah berkah dari Allah. Kita hanya bisa menghimbau," ucap Bupati Beltim, Yuslih Ihza saat melakukan peninjauan pelaksanaan Pilkada di TPS VI Desa Padang Kecamatan Manggar.

Bupati yang didampingi Forkominda Kabupaten Beltim pun berinisiatif kembali menghimbau warga datang ke TPS. Mic masjid dan surau serta mobil penerangan pun digunakan untuk mengajak warga yang belum menggunakan hak pilihnya.

"Sebelum adzan dzuhur nanti, kita minta seluruh masjid yang ada untuk mengajak masyarakat gunakan hak pilih mereka. Kita juga akan gunakan mobil penerangan untuk pengumuman ajakan partisipasi," terangnya.

Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Beltim Pirmawan, yang juga turut dalam rombongan peninjauan menekankan faktor cuaca adalah kendala yang tak bisa dihindari.

"Tidak masalah itu, yang penting kita sudah berupaya. Ini kan force majeure, saya juga sudah intruksikan seluruh PPS untuk terus mengajak masyarakat," ungkapnya.

Ia juga mengatakan waktu pelaksanaan pemungutan tidak bisa ditambah. Mengingat hal tersebut sudah menjadi kententuan dalam Pilkada.

"Pukul 7 dimulai, pukul 1 siang selesai, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan. Tidak bisa tambah-tambah waktu, biarpun ada hujan dan nunggu yang datang ingin partisipasi," jelasnya.

Menurutnya berapapun jumlah partisipasi pemilih tidak akan menjadi indikasi kegagalan sebuah proses Pilkada. Sepanjang pihak penyelenggara dan pemerintah daerah sudah berupaya mengajak masyarakat.

"Tadi pemerintah daerah sudah berinisiatif dan berkoordinasi untuk menggunakan kendaraan dinas demi membantu masyarakat agar datang ke TPS. Cuman kan itu tidak bisa, kalau tidak seluruh TPS tidak adil, kalau mau harus semuanya," ujarnya.

Sumber : Diskominfo Beltim
Penulis : Ari
Editor : HK