Jalan Cendil Sungai Padang Masuk Kawasan Hutan, DPUPR Masih Tunggu Proses Pinjam Pakai - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Senin, Februari 20, 2017

Jalan Cendil Sungai Padang Masuk Kawasan Hutan, DPUPR Masih Tunggu Proses Pinjam Pakai

INRADIOFM.COM, Manggar BELTIM – Rusaknya ruas jalan Desa Sungai Padang dan Desa Cendil Kabupaten Belitung Timur yang diposting oleh masyarakat ke media sosial, mendapatkan tanggapan yang beragam. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Belitung Timur pun angkat bicara.
Jalan Cendil Sungai Padang yang rusak (Photo. Diskominfo Beltim).
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Belitung Timur Idwan Fikri, Senin (20/2) di ruang kerjanya menjelaskan bahwa DPUPR sudah lama ingin membangun dan memperbaiki jalan tersebut. Hanya saja masih terkendala untuk proses pinjam pakai lahan, mengingat lokasi jalan berada dalam kawasan hutan Produksi.

"Jalan itu sudah lama, ingin diperbaiki. Cuman terkendala masalah lahannya. Kebetulan di situ masuk Kawasan Hutan Produksi," jelas Idwan.

Saat ini DPUPR tengah mengajukan proses pinjam pakai lahan hutan Ke Kementerian Kehutanan. Hanya saja proses birokrasinya akan memakan waktu yang cukup panjang.

Idwan menyatakan sejak tahun 2010 lalu Dinas PU sudah menganggarkan kurang lebih 3 milyar Rupiah untuk pembangunan jalan. Namun kegiatan dan anggaran terpaksa harus ditunda pelaksanaannya mengingat adanya peraturan dari Kementerian Kehutanan.

"Total jalan di situ yang masuk kawasan hutan produksi mencapai 6,552 kilo, dari total 10 kilo yang kita bangun 4 kilo belum terealisasi. Dak bisa kita laksanakan kalau proses pinjam pakainya belum kelar," terangnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) seluruh proyek jalan di Kabupaten Beltim itu, menyatakan bukan hanya ruas jalan Cendil dan Sungai Padang yang masuk dalam kawasan hutan. Namun ada di bebagai kecamatan lain, seperti di Gantung, Simpang Pesak, Simpang Renggiang, dan Dendang.

"Totalnya ada 120 kilometer jalan yang masuk dalam kawasan hutan. Kayak yang di Jangkang-Parit Tebu, Parit Tebu - Lintang, Jangkang-Kembiri, Batu Penyu - Gusong Cina, Burung Mandi-Pantai Tambak, dan Mudong. Semuanya kawasan hutan," ungkapnya.

Namun menurutnya beberapa jalan yang berada dalam hutan tapi masih berada di kawasan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) bisa lebih mudah prosesnya. Mengingat cukup melakukan pinjam pakai atau kerjasama dengan perusahaan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Beltim, Idwan Fikri
"Yang di kawasan HTI dak perlu pijam pakai ke Menteri Kehutanan, cukup kerjasama dengan perusahaan. Prosesnya lebih cepat, kita tinggal bikin tembusan ke Kementerian Kehutanan," ujarnya.

Idwan berharap proses pinjam pakai akan lebih cepat mengingat pembangunan jalan ini untuk kepentingan orang banyak. Ia mengaku tak bisa berbuat banyak, mengingat jika melanggar aturan sangsi hukuman penjara akan menunggu.

"Mudah-mudahan bisa cepat, ini kan untuk kepentingan masyarakat. Harusnya kalau untuk kepentingan umum bisa lebih dimudahkan," katanya. 

Sumber : Diskominfo Beltim
penulis : @2!
Editor : HK