Sulit Cari Akseptor, Babinsa Sambangi Pulau-Pulau - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Sabtu, Februari 18, 2017

Sulit Cari Akseptor, Babinsa Sambangi Pulau-Pulau

INRADIOFM.COM, Manggar BELTIM - TNI Angkatan Darat selain bertugas menjaga kedaulatan RI, ternyata dapat juga bertugas menjadi penyuluh KB dan mencari akseptor KB. Bahkan tahun 2017 ini, mereka diberikan target mencari minimal 5 akseptor KB pria.
Perwira Penghubung KODIM 414 Belitung, Mayor Inf. Tri Joyo
Hal ini diungkapkan Perwira Penghubung Kodim 414 Belitung, Mayor Inf. Tri Joyo, Jum’at (17/2) seusai Sosialisasi Akses dan Pembinaan Kesertaan KB di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) dan Sasaran Khusus (KB Pria) di Hotel Guess, Manggar.

"Ini sudah perintah atasan, sebelumnya Panglima kita memang sudah ada MOU dengan BKKBN untuk membantu Program KB. Sebagai Koramil yang punya perpanjangan tangan Babinsa kita membantu bidan untuk mendapatkan akseptor KB," jelasnya.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 414-02 Manggar tersebut menyebutkan jika mereka diharuskan mencari minimal kouta 5 orang target KB Pria vasektomi tahun ini. Ia pun meyakinkan jika bantuan yang mereka berikan terhadap program KB itu tidak akan mengganggu aktivitas dan kewajiban utamanya.

"Kan bisa kita lakukan pas di luar jam dinas, pas ngopi di warkop atau kunjungan ke desa-desa. Babinsa kita yang bergerak, tahun-tahun dulu bisa sampai belasan hingga puluhan orang. Pokoknya di atas target kouta," ungkapnya.

Menurutnya, jika Bintara Pembina Desa (Babinsa) berhasil menjaring akseptor KB pria, maka akseptor tersebut akan mendapatkan fasiltas dan berada dalam tanggung jawab Babinsa. Bahkan jika akseptor berada di lokasi yang jauh mereka akan mendapatkan pengawalan.

"Kita kawal, kesehatannya kita awasi. Jika terjadi complain atau kesalahan itu tanggung jawab kita. Intinya kita jaga sampai mereka benar-benar sembuh," kata Tri.

Meski begitu Tri mengakui, saat ini sudah tidak mudah lagi mencari akseptor KB pria, khususnya di kota. Untuk itu, mereka akan merubah strategi dengan mencarinya ke pulau-pulau yang ada.


"Cuman kendala kita di akses transportasi, kemarin saja pas kita ingin fasilitas KB ke pulau kita di hadang badai dan gelombang tinggi. Itu yang jadi hambatan kita, sehingga hasil kita kurang maksimal," ujarnya.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza dalam sambutan yang dibacakan Plt. Sekretaris Daerah, Evi Nardi juga mengakui mencari akseptor KB tak semudah membalikkan telapak tangan. Pencarian akseptor di warung kopi yang selama ini cukup efektif, sudah dianggap kurang ampuh.

"Banyak hambatan yang harus dihadapi. Apalagi melakukan program KB daerah terpencil. Akses yang sulit, waktu, dan mobilitas kurang memadai menjadi factor penyebab," kata Evi.

Evi mengungkapkan Kabupaten Beltim memliki beberapa pulau yang penting untuk mendapatkan informasi tentang KB Pria. Di mana dengan infromasi yang masih sulit, para pria yang telah berkeluarga masih minim, bahkan belum ada yang menggunakan vasektomi.

"Apalagi masyarakat yang tinggal di daerah pelosok dan pulau-pulau masih menganut pemikiran bahwa KB hanya diperuntukkan untuk wanita. Aspek sosial budaya masyarakat menjadi faktor rendahnya kesadaran pria untuk berperan mensukseskan program KB," bebernya.


Sumber : Diskominfo Beltim
Penulis : @2!
Editor : HK