45 Calon Mahasiswa STPP Jogjakarta Ikut Tes Kesehatan - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru

Live Streaming

Senin, Mei 29, 2017

45 Calon Mahasiswa STPP Jogjakarta Ikut Tes Kesehatan

INRADIOFM.COM, Sungailiat BANGKA - Sebanyak 45 calon Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Jogjakarta mengikuti tes seleksi untuk masuk dan diterima menjadi mahasiswa baru STPP. Para calon mahasiswa ini terus mengikuti beberapa rangkaian seleksi dan tes, mulai dari tes akademik, fisik dan kesehatan.

"Mereka hari ini, ikut seleksi kesehatan, kemarin itu ada tes seleksi, dan jasmani," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, H. Padli yang ikut memantau tes kesehatan, Senin (29/5/2017) di Rumah Sakit Umum Daerah Sungailiat Kabupaten Bangka.

Dikatakan mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Bangka ini, rangkaian tes kesehatan merupakan salah satu tahap yang wajib dilalui, sehingga bisa diketahui kondisi kesehatan calon mahasiswa.

"Ada tes EKG, tes darah, mata, hidung, telinga, dan lainnya, untuk mengetahui kondisi kesehatan para calon," katanya.

Tes kesehatan ini ungkap Padli dilakukan selama tiga hari, dan diikuti 45 calon mahasiswa. "Jatahnya 30 orang, 20 untuk pertanian, dan 10 untuk peternakan yang ada di Magelang," katanya.

Padli juga mengatakan, seleksi penerimaan ini juga akan dilakukan STPP Jogjakarta sesuai syarat yang ditentukan.

"Kita seleksi awal, nanti ada persyaratan yang dilakukan STPP, seperti tinggi badan dan lainnya, semoga bisa diterima, dan kita 30 jatahnya, dan untuk 15, nanti ada yang di Medan dan akan di seleksi juga nanti," katanya.

Terkait pengumuman, Padli mengatakan akan diumumkan secara terbuka, baik itu di media cetak maupun elektronik.

Sementara itu, salah satu calon mahasiswa, Metsuwa Diforma (18) dari Desa Petaling Kecamatan Mendobarat, dirinya berharap dapat diterima kuliah di STPP Jogjakarta.

"Cita-cita saya memang dari kecil untuk berkarir di bidang pertanian, sekolah juga SMAnya pertanian," ungkapnya.

Dikatakan Metsuwa, dirinya ingin berkuliah di STPP Jogjakarta ini, karena ingin memperdalam lagi ilmu tentang pertanian dan penyuluhan pertanian.

"Ya bisa mengabdi untuk Bangka, karena potensi pertanian di Bangka sangat besar, " kata Metsuwa.

Metsuwa tertarik tentang pertanian ini, diakuinya karena faktor lingkungan juga, karena sehari-hari dirinya selalu pergi ke kebun ikut orang tuanya.

"Semoga bisa lolos dan bisa membahagiakan orang tua dan daerah juga," terang Metsuwa yang mendapatkan informasi beasiswa ini dari orang tuanya. (HK) 

Sumber : Pemkab Bangka