Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, Sungailiat BANGKA - Kendala pemanfaatan lahan rawa seperti tingkat produktivitas rendah diakibatkan adanya senyawa beracun dan drainase yang buruk. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang perlu dilakukan melalui pengaturan tata air di tingkat usaha tani. Terkait hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pertanian akan melakukan Rehab Jaringan Irigasi Tersier, Pengembangan Irigasi Rawa, dan Optimasi Lahan Pertanian (penanaman pasca cetak sawah baru) pada desa-desa di Kabupaten Bangka yang mempunyai lahan cetak sawah.

"Kita melalui bantuan Direktorat Jendral (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) berusaha untuk mengelola irigasi rawa melalui kegiatan pengembangan irigasi rawa. Kegiatan pengembangan irigasi tahun anggaran 2017 dialokasikan melalui Tugas Pembantuan pada mata anggaran belanja bantuan pemerintah kepada masyarakat dengan transfer uang," ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Kemas Arfani Rahman dalam pertemuan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan TNI tentang pengelolan tata air dan penjelasan alokasi bantuan pemerintah Ditjend PSP tahun anggaran 2017, Rabu (24/5/2017) di Kantor Dinas Pertanian.

Diuraikan Kemas, tujuan pemgembangan irigasi rawa yang direncanakan untuk sawah di ada di Kabupaten Bangka, terutama desa-desa yang telah mempunyai sawah untuk pembangunan, perbaikan dan penyempurnaan jaringan irigasi tersier/kuarter dan bangunan pelengkapnya yang mengalami kerusakan serta sarana pendukung lainnya yang diperlukan guna meningkatkan fungsi dan irigasi sehingga lahan rawa dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Meningkatkan kinerja jaringan irigasi tersier di lahan sehingga dapat meningkatkan fungsi layanan irigasi, meningkatkan produksi padi melalui penambahan intensitas pertanaman dan meningkatkan partisipasi petani dalam pengelolaan irigasi rawa, jadi yang terkena perbaikan akan dilakukan, namun yang tidak akan dilakukan penanaman padi," katanya lagi.

Untuk itu lanjut Kemas, sebelum pencaiar anggaran dari Ditjen PSP nanti, diharapkan semua tim dapat bersinergi dan turun ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan yang akan dilakukan untuk dibangun atau diperbaiki.
"Kita sama-sama turun nanti, dan pencairan anggaran atau dana setelah ada hasil dengan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan, seperti harus ada  rekening, NPWP, Rencana Usulan Kelompok (RUK)," terangnya.

Dijelaskan Kemas, tujuan pengembangan irigasi ini juga untuk pengelolaan tata air sehingga lebih baik dan bisa meningkatkan produktivitas sawah,
"Kita harapkan tidak ada masalah, sawah tidak terendam air atau paling tidak, kita bisa mengeliminir, dan harus sinkron pembangunan embung dengan saluran irigasi," harapnya.

Untuk sekarang ini, Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pertanian terus meningkatkan daerah cetak sawah yang berpotensi untuk dilakukan cetak sawah ada sekitar seribuan hektar, namun harus dilakukan juga dengan pengembangan tata air atau pengelolaan irigasi yang baik pula sehingga tidak menimbulkan masalah seperti terendam dan bisa meningkatkan produktivitas sawah dengan hasil yang melimpah.

Pertemuan dengan PPL dan TNi diisi juga dengan dialog dan diskusi terkait dengan pengembangan mutu persawahan dan lainnya. (HK)

Sumber : Pemkab Bangka

Bottom Ad [Post Page]