Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, Manggar, Beltim – Jumlah Angka Kehamilan/ Remaja yang Bersalin cukup tinggi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Kehamilan tersebut dialami oleh anak-anak ataupun remaja yang berusia 11 – 18 tahun.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD), Yeni Srihartati kepada Diskominfo Beltim di Ruang Rapat Bupati menyatakan pergaulan bebas sudah mulai mengancam kalangan remaja. Kesemuanya ditenggarai berawal dari faktor mengkonsumsi Obat Batu 'Komik', Lem 'Aibon', dan minuman keras.

"Pergaulan bebas itu bisa jadi diduga salah satunya dari ekses mengkonsumsi Komik, Aibon serta alkohol. Mereka kan dalam kondisi mabuk biasanya kencendrungannya melakukan hubungan suami istri dengan kawan-kawannya,"   jelas Yeni seusai Kegiatan Pembukaan Konsolidasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Beltim Tahun 2017, Jum'at (26/5/2017).

Hingga April 2017 ini tercatat jumlah angka kehamilan remaja sudah mencapai 56 orang. Meski sempat mengalami penurunan pada 2016, namun diprediksi tahun 2017 ini akan mengalami peningkatan.      

"Angka itu sebarannya merata di tiap kecamatan. Artinya, di setiap kecamatan kita temukan kasus yang sama," terang Yeni.

Sementara itu angka kasus kencanduan inhalan atau Lem Aibon serta Komik, yang sudah masuk dalam kondisi phisikotik juga cukup tinggi. 40 orang terpaksa harus berobat rutin.

"Kasus ini sudah yang masuk dalam tahap gangguan kejiwaan. Dari 40 kasus itu, 35 persennya adalah anak-anak," ungkapnya.

Untuk itulah DSPMD akan merekonstruksi strategi agar nanti dibuatkan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Menemani Anak. Selain itu, akan ada deklarasi 'Sekampong Menjaga Anak'.

"Pengukuhan Satgas Teman Anak dan Deklarasi Sekampong Jaga Anak kita lakukan tanggal 31 Mei besok. Bersama dengan program-program untuk perlindungan anak lainnya, ujarnya.

Dalam acara itu juga Pemkab Beltim akan melakukan penandatanganan MoU dengan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Polres Beltim, Kodim 4141 Belitung, serta Pemerintah Desa.

"Nantinya Bhabinkabtibmas, Babinsa, Perangkat Desa akan bersatu mengawasi dan menjaga anak-anak di setiap desa. Program kita berbasis desa, atau bergerak di desa," kata Yeni.

Namun, dibalik itu semua, menurut Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah itu yang terutama adalah peran serta orang tua dalam mendidik dan mengayomi anak.  

"Makanya di keluraga itu ada istilah dua intervensi. Intervensi Magrib – Isya anak itu mengaji, dengan intervensi ibu remaja yang siap berkeluarga karena terkait kasus kehamilan remaja tadi," tutupnya. 

Data Kehamilan Remaja/ Remaja yang Bersalin di Kabupaten Beltim
Tahun
Jumlah Kasus
Ket
2014
238

2015
245

2016
220

2017
56
Hingga April 2017

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim (@2!)

Bottom Ad [Post Page]