Kota Kapur Lebih Tua Dari Kerajaan Sriwijaya - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Minggu, Mei 07, 2017

Kota Kapur Lebih Tua Dari Kerajaan Sriwijaya

INRADIOFM.COM, BANGKA - Kerajaan Kota Kapur bukan merupakan jajahan Kerajaan Sriwijaya, Hal ini disampaikan Ketua Departemen Arkeologi UI, DR. Ninnie Susanti dalam sambutannya pada acara ulang tahun Kota Kapur ke - 1331, Sabtu (6/5/2017) di Kota Kapur Kabupaten Bangka.


"Sebenarnya menurut penelitian yang saya lakukan, Kerajaan Kota Kapur bukanlah jajahan Kerajaan Sriwijaya, Namun merupakan salah satu bagian dari kerajaan kecil yang mendukung berjalannya pemerintahan Kerajaan Sriwijaya.namun dikarenakan alam yang strategis, pelabuhan, hasil bumi, karena itu Sriwijaya khawatir jika kehilangan dukungan dari pemerintahan Kota Kapur, namun seiring waktu Kerajaan Kota Kapur membangkang pada  Pemerintahan Sriwijaya," jelasnya.

Selanjutnya Ninnie menambahkan, Raja Sriwijaya kemudian membuat sebuah prasasti yang berisi sumpah serapah pada kerajaan Kota Kapur yang kita kenal dengan " Prasasti kota Kapur I ".


"Pada saat itu Raja Sriwijaya marah dan memberikan sumpah serapah yang mereka tulis di prasasti dan dikirimkan ke Kota Kapur yang kita kenal dengan prasasti Kota Kapur I", tandasnya.


Tidak hanya itu, Ninnie juga mengatakan bahwa selain prasasti kota kapur I, masih ada beberapa prasasti ditemukan oleh peneliti.


Selanjutnya beliau mengatakan Kota Kapur merupakan kebanggaan bagi masyarakat Bangka yang mempunyai nilai sejarah tidak terhingga.


"Kalian harus bangga karena memiliki warisan budaya seperti ini. Situs ini tidak pernah bisa dibayar dengan uang. Situs Kota Kapur merupakan salah satu peradaban yang termasuk sudah ada sejak awal Masehi. Dan ini membawa pengaruh positif untuk pemuda yang ada di kota kapur untuk selalu belajar, menggali, dan cerdas memanfaatkan situs ini dalam hal membuat taman replika prasasti seperti ini," tambahnya.


Sedangkan untuk asal-usul dan runtuhnya Kerajaan Kota Kapur sendiri belum diketahui dan sedang dalam penelitian pusat.


Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pangkalpinang, Akhmad Elvian mengatakan bahwa ada beberapa kemungkinan, salahsatu diantaranya karena adanya kolonial Belanda yang sengaja meruntuhkan mental dan psikologi masyyarakat Kota Kapur untuk keluar dari kerajaan mereka sendiri. 


Penulis    : QQ

Editor      : Erwin