Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, PangkalpinangKasus narkoba menjadi atensi utama Polda Babel, seperti yang dikatakan oleh Kapolda Babel Brigjen Pol Anton Wahono kepada awak media.

"Menjadi atensi pertama kita di sini adalah narkoba, dimana didapatkan info mengenai peredaran narkoba dengan tersangka yang berhasil kami ringkus beserta barang bukti 164 ons narkoba jenis sabu", ujarnya.

Kapolda menambahkan barang haram tersebut dimiliki oleh warga Mesu yang berhasil ditangkap di Jalan Raya Koba.

"Barang haram ini pemiliknya orang  Mesu yang di tangkap di jalan raya koba yg disimpan di sebuah kebun. Sudah sangat terencana sekali. Dan barang haram ini bisa jadi lebih banyak karena dipastikan sudah beredar dari beberapa waktu lalu," tandasnya.
Ketika ditanya awak media mengapa kasus narkoba menjadi sorotan utama Polda, Kapolda mengatakan bahwa narkoba merupakan musuh kita bersama.

"Nah, mengapa narkoba saya jadikan prioritas karena kepentingan anggota. Ada 106 tersangka yang berhasil ditangkap selama 4 bulan, dari sebelumnya 84 tersangka. Namun barang buktinya belum maksimal karena barang tersebut lebih dulu beredar, dan saya yakin bisa mencapai 1kg bila lebih awal mendapat info", katanya.

Kapolda menambahkan, sabu tersebut berjaringan lintas pulau yang berasal dari Lampung dengan modus dibungkus dan ditumpuk di dalam koper atau tas. Maka dari itu, pihaknya menjalin sinergi dengan Pelabuhan.

"Bila dilihat dari jumlah penduduk, cukup besar peredaran narkoba di Babel. Dan kebanyakan dengan jalur masuk dari pelabuhan dengan modus di pelabuhan mengaku barang bekas dan dibungkus lalu ditumpuk di koper atau tas. Sabu ini berasal dari lampung dengan pelaku yang berbeda-beda. Maka dari itu kita bekerjasama dengan pihak pelabuhan dengan kesimpulan modus yg digunakan sama dari dulu. Maka akan ada tindakan pengamanan lebih dengan upaya menambah anjing pelacak", tambahnya.

Maka dari itu, Anton Wahono mengingatkan kepada para pengedar narkoba untuk jangan main-main dengan aparat keamanan di Babel, serta pihaknya berharap kerjasama masyarakat untuk segera melapor ke kantor polisi atau ke Babhinkamtibmas bila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

"Cukup menggembirakan. Saya ingatkan kepada para pengedar untuk tidak beroperasi di Babel. Narkoba musuh kita bersama. Anggota kita akan aktif di lapangan dan saling bertukar informasi dengan anggota dari daerah lain. Dan saya harapkan kerjasama dari masyarakat untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat bila menemukan hal-hal yang dianggap mencurigakan", tegasnya.

Pelaku yang memiliki narkoba jenis sabu seberat 164 ons ini akan dikenakan UU Narkotika tahun 2009 selaku pengedar. (QQ)

Bottom Ad [Post Page]