Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, Sungailiat BANGKA - Untuk meningkatkan mutu sekolah dan pendidikan, setiap sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional sekolahnya harus sudah terakriditasi. Hal ini bertujuan untuk memetakan mutu sekolah dan prasyarat untuk menyelenggarakan ujian nasional.

"Sekolah sebagai penyelenggaraan ujian nasional harus terakreditasi," ungkap Ketua Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten Bangka, Iwan Kusuma, Senin (22/5/2017) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat.

Diuraikan Iwan, sekarang ini masih ada sekolah yang belum akreditasi dan ada yang sudah akreditasi tapi sudah habis masa berlakunya.

"Tahun 2017 ini kita dari UPA telah mengajukan sekolah untuk akreditasi ini sebanyak hampir 130 sekolah dari jenjang SD, sampai SMP, namun pelaksanaannya karena akreditasi ini dua sumber baik itu dari APBN maupun APBD, untuk dari APBN kita mendapatkan kuota hanya 31, baik itu SD, SMP, SMA/SMK, sedangkan yang kita ajukan diluar SMA/SMK dapat 30," urainya.

Dikatakan mantan Kepala Sekolah SMPN 2 Sungailiat ini, untuk sekarang ini masih banyak sekolah yang masa akreditasinya habis terutama di tahun 2011/2012 belum terakreditasi.

"Untuk APBD belum ada, tapi alhamdullilah, Pak Kepala Dinas sudah berbicara ke Pak Bupati, dan rencananya tahun 2018 akan dilakukan akreditasi untuk sekolah di Kabupaten Bangka sehingga dapat mengurangi sekolah-sekolah yang belum terakreditasi karena masa berlakunya sudah habis," ujarnya lagi.

Iwan juga mengatakan terkait akreditasi sekolah ini, untuk tahun 2017 ini banyak sekali perubahan, baik dari indikator maupun passing gradenya lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

"Dulu untuk nilai A itu, 86, sekarang ini 91 hingga 100, 80 hingga 90 itu B, terus 71 sampai 80 itu C, dan dibawah nilai 70 tidak terakreditasi, jadi beda dengan tahun kemarin," terangnya.

Sementara itu untuk akreditasi sekarang ini lanjut Iwan, selain ada instrumen, ada juga  petunjuk teknis, daftar pendukung, dan menggunakan sistem online serta manual juga.

"Sekarang ini yang ikut akreditasi ada 31 sekolah, karena dananya dari APBN, untuk SD ada 18 sekolah, SMP ada 4 sekolah, SMA dan SMK masing-masing 2 sekolah, dan MI 5 sekolah, jadi masih ada 108 atau 109 yang belum terakreditas karena masanya sudah habis, atau memang sekolahnya masih baru," katanya. (HK)

Sumber : Pemkab Bangka

Bottom Ad [Post Page]