Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, Riding Panjang, BANGKA - Pasca penambangan timah, sebagian besar masyarakat Kabupaten Bangka kembali berkebun, bertani dan juga memanfaatkan kolong-kolong bekas penambang timah untuk dijadikan lokasi budidaya ikan air tawar. Hal ini juga yang dilakukan masyarakat Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

"Masyarakat kita dari dulu asalnya berkebun, bertani, dan ada juga yang berdagang," ungkap Kepala Desa Riding Panjang, Musofa, Jumat (9/6/2017) di Masjid Ash Shodaqoh ketika safari ramadhan Pemerintah Kabupaten Bangka.

Diuraikan Mustofa, dulu masyarakat banyak bekerja di penambangan timah. Namun semenjak timah mulai berkurang, masyarakat mulai beralih ke sektor lainnya, seperti kembali ke pertanian, perkebunan dan memanfaatkan kolong untuk budidaya ikan air tawar.

"Ada yang membudidayakan ikan air tawar, seperti ikan Sapil, Nila, Gabus, Gurami dan lainnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Selain itu juga, lanjut Mustofa pemberdayaan masyarakat juga terus dilakukan dengan mengolah ikan menjadi makanan olahan yang berekonomis tinggi.

"Kita juga memberdayakan ibu-ibu pkkk desa kita juga untuk menciptakan dan menghasilkan makanan yang bergizi dari ikan air tawar," katanya.

Kedepan Mustofa berharap, desa yang dipimpinnya dapat maju dan berkembang sehingga bisa menjadi contoh bagi desa yang lain dengan pemberdayaan dan kreatifitas masyarakat serta bantuan dari Alokasi Dana Desa (ADD).

"Desa kita berlokasi diantara Sungailiat dan Pangkalpinang, sehingga bisa jadi penyangga juga, sekarang ini andalan kita adalah sektor pertanian dengan menanam ubi, karet, lada juga. Selain itu juga budidaya ikan air tawar sekarang ini terus ditingkatkan dan digiatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tukas Mustofa. (HK)

Sumber : Pemkab Bangka

Bottom Ad [Post Page]