Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, Manggar, BELTIM – Lima hari jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Bupati Belitung Timur (Beltim), Yuslih Ihza memantau dan mengecek langsung harga bahan kebutuhan di Pasar Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, Selasa (20/6/2017).

Bupati didampingi Wakil Bupati, Burhanuddin, Kapolres Beltim AKBP. Nono Wardoyo, Plt Sekda Evi Nardi, Forkominda Beltim, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Syahrial, Kepala Satpol PP Ronny Setiawan, dan Kepala Kesbangpol Beltim, Yusmawandi serta Kades Mekar Jaya, Samsiar.

Saat melakukan peninjauan, Bupati menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat yang berbelanja. Ia juga menanyakan tentang harga-harga bahan pokok kepada beberapa pedagang.

"Harga-harganya mayoritas masih stabil, tak jauh berbeda dari minggu-minggu lalu. Hanya daging ayam dan sapi yang terus naik," ungkap Bupati.

Yuslih sengaja ingin blusukan untuk mengontrol harga bahan kebutuhan. Bahkan, sesekali Yuslih terlihat mencatat daftar harga-harga barang tersebut.

"Kalau langsung kita jadi tahu keluhan dan permasalahan di masyarakat. Jadi lebih cepat tahu kondisi dan ambil kebijakan," ucap Yuslih.

Untuk mengatasi kenaikan daging, Yuslih mengatakan Pemkab Beltim sudah menyiapkan 7,7 ton daging untuk didistribusikan ke masyarakat tidak mampu. Selain itu juga, BUMD Beltim memesan 8 ton daging beku untuk menekan harga daging sapi.

"Yang 7,7 ton, khusus masyarakat kurang mampu sudah kita subsidi jadi hanya Rp 40 ribu perkilo. Kalau yang 8 ton untuk umum, tapi hanya untuk masyarakat Beltim," ujar Yuslih.

Selain mengecek harga dan stok barang, Mantan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung ini juga melihat kondisi pasar dan kios-kios pedagang. Beberapa pedagang pakaian pun mengeluarkan uneg-unegnya dengan Bupati.

"Pengerjaan Pasar Lipat Kajang sudah kan kita mulai, lelangnya baru selesai. Saya mohon kesabarannya. Begitu selesai kita pindahkan lagi," ucapnya kepada para pedagang pakaian.

Para pedagang pakaian di Pasar Mekar Jaya mengeluh kepada Bupati tentang kondisi letak kios mereka yang dekat petak daging dan plang ikan. Hal ini membuat aroma tak sedap bertebaran hingga ke lapak kios mereka.

"Sepi pembeli kita, gak ada yang mau datang kesini. Imbasnya ke pendapatan kami," keluh Rosdalinda (57) salah seorang pedagang pakaian.

Kondisi ini sudah dialami para pedagang pakaian sejak mereka pindah ke Pasar  Mekar Jaya. Beruntung bagi pedagang yang memilih ikut bazar ramadhan Desa Kurnia Jaya, bisa menjual dagangannya. Namun bagi Rodalinda, Ia tak bisa ikut berjualan di bazar, mengingat usianya tak lagi muda.

"Saya dak sanggup kalau siang malam jualan. Harapan kita semua bisa cepat pindah dari sini, kembali ke pasar lama," ujar wanita yang sudah puluhan tahun berjualan tersebut. (@2!_Diskominfo Beltim)

Bottom Ad [Post Page]