Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, BANGKA - Mengusung tema " Peran Penting Elemen Bangsa Dalam Menangkal Radikalisme" menjadi pilihan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Bangka dalam acara Dialog Kebangsaan, bertempat di Hotel Aksi, Kace (29/07/2017).

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Syahrudin menghadiri sekaligus membuka acara diskusi dalam rangka memberikan pencerahan kepada generasi anak bangsa terutama kalangan muda akademis tentang ajaran radikalisme yang mulai tumbuh bersemi dikalangan kampus.

" Era globalisasi saat ini, Pemerintah dan semua elemen masyarakat hendaknya bersama-sama bergotong royong mengisi ruang-ruang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan pemahaman keagamaan yang tidak sempit, menjaga sikap toleransi antar sesama," ungkapnya dihadapan Mahasiswa, kalangan Intlektual muda kedepan  nanti akan mengisi pembangunan negeri ini.

Kemudian, Ajaran agama dalam pembangunan manusia dapat memberikan kekuatan pendorong kemajuan, memberikan landasan masyarakat yang berakhlak, bermoral, dan ber-etika yang mampu mewujudkan kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, harmonis, dan ber-Bhineka Tunggal Ika, dalam perwujudan kemerdekaan dalam menuju kesejahteraan berbangsa dan bertanah air

Dalam Dialog tersebut, Hadir juga tiga (3) nara sumber pemberi materi dari kalangan Agamis, Nasionalis, dan Akademis. Diwakili Ketua Majelis Ulama Indonesia Babel, TNI, dan Rektor  Kampus.

Ketua MUI Babel, Zayadi dalam kesempatan tersebut mengatakan berdasarkan hasil pengamatan faham radikalisme masuk dan berkembang dikalangan dunia pendidikan sejak 2011, khususnya jenjang pendidikan perguruan tinggi melalui berbagai cara salah satu diantaranya melalui komunitas keagamaan, ketika pemahaman radikalisme telah mengakar di dalam hati mereka sejak dini dan terus berkembang yang dapat merusak sendi kehidupan beragama dan bernegara.

" Sejak lama mereka telah menanamkan pemahaman radikalisme kepada generasi anak bangsa, terutama melalui dunia pendidikan," paparnya.

Pemikiran yang dihasilkan dari pemahaman radikalisme sangat berbahaya karena dapat merusak pola pikir dalam berbangsa karena itu upaya dari kita bersama baik pemerintah maupun pemimpin agama untuk memberi pemahaman yang benar dimana kita ketahui saat ini otoritas keagamaan yang di pegang oleh ulama sedikit mengalami kemunduran ketika jati diri tokoh agama di mata masyarakat luas sedikit pudar dibandingkan masa sebelumnya, ini adalah tantangan kita bersama   demi menjaga keutuhan NKRI.
( Erwin ).

Bottom Ad [Post Page]