Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, Manggar, BELTIM – Malindo Business & Cultural Center (MBCC) akan membawa 200-an orang investor serta wisatawan untuk menjajaki peluang investasi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Sektor peternakan dan perikanan akan menjadi minat utamanya.

Tidak tanggung-tanggung, para investor tersebut akan mencarter pesawat terbang langsung dari Kualalumpur ke Bandara Handjoedin. Dijadwalkan mereka akan tiba pada Minggu, 10 September 2017 mendatang.

Ketua Pengarah MBCC, Dr Dato Sri Dr. Alex Ong mengatakan calon investor yang akan didatangkan berasal dari berbagai negara asia, seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Filpina. Khusus untuk Beltim mereka akan investasi di bidang budidaya perikanan dan peternakan sapi serta kambing.

"Kita datang kesini karena hasil mendengar presentasi Bupati Beltim, Ketua dan Sekda beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur. Mereka berhasil meyakinkan kita, kita ingin lihat langsung kondisi di lapangan sehingga tahu potensi apa saja yang dapat kita garap," ujarnya dengan logat melayu.

Alex mengungkapkan tidak semua daerah di Indonesia yang mereka minati untuk investasi. Hanya daerah dengan kepercayaan masyarakat tinggi terhadap pemerintahlah yang berani mereka tanamkan uangnya.

"Jika kami tidak yakin dengan pemerintahnya kami tidak akan masuk. Karena kami percaya dengan Bupati Belti kami berani ke sini," ungkap Alex.

Sebagai bukti niat tulus dan keseriusannya MBCC menyumbangkan uang Rp 50 juta. Uang tersebut akan digunakan untuk membeli sembako dan dibagikan ke orang yang tidak mampu di Kabupaten Beltim.

"Tidak ada niat apa-apa hanya sekedar tanda kasih sayang kita, nanti kita bagikan pas tanggal 10 September. Bantuan ini untuk saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan," kata Alex.

Dewan Penasehat MBCC, Datu Ramli Sutanegara menyatakan optimis MBCC akan menanamkan modalnya di Kabupaten Beltim. Bahkan sejak terbentuk tahun 1995, MBCC sudah menamkan triliunan rupiah di berbagai daerah di Indonesia.

"Perusahan MBCC kita sudah menampung ribuan tenaga kerja, membayar pajak dan memberikan CSR serta membawa manfaat dan tidak merusak lingkungan," ungkap Ramli.

Menurut Ramli, meski sudah berhubungan baik dengan Kabupaten Beltim sejak tahun 2013 lalu, namun investasi baru akan dilakukan setelah pendekatan budaya dilakukan. Hal ini mengingat prinsip Malindo sebagai duta majelis budaya dan ekonomi.    

"Kita lakukan pendekatan budaya dulu, baru setelah itu ekonomi. Sebab tanpa pendekatan budaya ekonomi tidak akan berjalan, ada kecurigaan. Jika kita abaikan budaya niscaya tidak akan sukses," katanya.

 Ramli pun menegaskan saat kunjungan MBCC nanti tidak menggunakan APBD Pemkab Beltim. Bahkan diungkapkannya jika mengundang Bupati, Ketua DPRD ataupun pejabat dari daerah ke Luar Negeri selalu dibiayai MBCC.

"Kunjungan kita tidak ada pakai APBD, semua biaya dari kita," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Beltim Yuslih Ihza mengatakan sangat menantikan kunjungan balasan dari MBCC. Ia berharap kerja keras bersama dalam mencari investor akan berbuah hasil.

"Mudah-mudahan mereka akan menanamkan modal disini. Kedatangan ini hasil realisasi dari pemaparan peluang investasi di Malaysia, di sana mereka sudah menyatakan minatnya," kata Yuslih.

Yuslih pun meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Beltim agar nantinya akan lebih banyak investor yang akan menamkan modalnya di Kabupaten Beltim.

"Insyaallah harus optimis. Ini kan untuk kemajuan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Beltim," ujarnya. (HK_@2! _Diskominfo Beltim)

Bottom Ad [Post Page]