Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, Manggar BELTIM - Angka penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi masih cukup tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan tahun 2013 lalu, Provinsi Kepulauan Babel sempat menjadi provinsi dengan penderita hipertensi tertinggi di Indonesia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel, Bahari Zainudin mengatakan saat ini kasus angka penderita hipertensi di Provinsi Babel sudah menempati posisi ke 5 tertinggi di Indonesia setingkat dengan diabetes. Namun tidak menutup kemungkinan angka ini akan kembali naik seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat Babel.

"Prevalensi hipertensi menyebutkan penderita hipertensi di Bangka Belitung sempat di angka 30 persen, sekarang paling 25,5 persen. Kalau rata-rata nasional 21  persen," ungkap Bahari seusai Pembukaan Acara penggalangan Komitmen Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di daerah, di Hotel Guest Manggar, Kamis (10/8/2017).

Hipertensi sendiri menurut Bahari akan membuat indikasi penyakit pembunuh seperti stroke dan serangan jantung mengancam penderita. Penderita hipertensi biasanya diikuti dengan tingginya kandungan kolesterol dan asam urat dalam darah.

"Tadi saja dari 17 orang yang melakukan pemeriksaan di hotel ini, 10 diantaranya menderita hipertensi. Kebetulan pas ada moment kita melakukan survey kecil-kecilan terhadap penderita hipertensi," terang Bahari.

Perubahan perilaku gaya hidup masyarakat Babel seperti rendahnya mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan membuat angka hipertensi cukup tinggi. Selain itu disinyalir pola konsumsi garam, gula dan lemak yang tinggi pada makanan sehari-hari jadi penyebab utama.

"Ditambah kemajuan ekonomi dan teknologi sekarang orang banyak sudah cenderung malas beraktifitas fisik. Jangan jauh-jauh kita saja di Pemerintah sering menyajikan makanan yang tidak sehat pas ada kegiatan, harusnya pakai buah lokal saja," sindirnya.

Untuk itulah Dinas Kesehatan Provinsi yang menggandeng Dinas Kesehatan Pemkab dan Pemkot menyelenggarakan Germas yang berkaitan dengan pola hidup sehat. Tujuannya untuk merubah pola pikir dan mengkampanyekan gaya hidup sehat untuk masyarakat.

"Kita melaksanakan serangkaian pertemuan dalam rangka membangun awarness mereka terhadap hipertensi. Kita ingin bangun keyakinan, nanti kita buatkan surat secara khusus ke Bupati dan DPRD agar ada intervensi terkait penanganan masalah ini," ujar Bahari.

Sementara itu, Bupati Beltim, Yuslih Ihza mengatakan kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia pada umumnya masih mengenal triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular, dan muncul kembali penyakit-penyakit yang sudah teratasi.

"Diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yag sangat efektif untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan. Karena pada dasarnya pada dasarnya pencegahan penyakit sangat tergantung pada perilaku individu," kata Yuslih saat membuka Kegiatan Penggalangan Komitmen Pelaksanaan Germas, di Hotel Guest Manggar, Kamis (10/8).

 Dengan adanya Germas diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat. Selain itu utnuk meningkatkan produktifitas masyarakat dan mengurangi biaya kesehatan.

"Jadikan Germas dalam kehidupan sehari-hari, praktik hidup sehat merupakan salah satu wujud revolusi mental. Germas mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan atau perilaku tidak sehat," ujar Bupati.      

Mantan Anggota DPRD Kepulauan Babel ini mengaku sangat mendukung adanya kegiatan Germas. Ia berharap dinas terkait dan para pemangku kepentingan lainnya akan turut peduli dengan masalah kesehatan.

"Saya merasa bahagia dapat hadir pada kesempatan ini. Saya mendukung perubahan pola hidup sehat di kalangan masyarakat. Terima kasih atas dukungan pemerintah provinsi dan jajarannya," ucap Yuslih. (@2!_Diskominfo Beltim)

Bottom Ad [Post Page]