Harga Kebutuhan Normal Namun Bumbu Dapur Naik - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru

Live Streaming

Rabu, Agustus 30, 2017

Harga Kebutuhan Normal Namun Bumbu Dapur Naik

INRADIOFM.COM, Kelapakampit, BELTIM – 5 hari jelang Hari Raya Idul Adha 1438 H, harga-harga dan stok barang-barang kebutuhan pokok di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) masih stabil. Kenaikan harga hanya dialami oleh ikan dan bumbu-bumbu dapur.

Pantauan Tim Monev Harga Kebutuhan Kabupaten Beltim di Pasar Tradisional dan distributor besar Kecamatan Kelapakampit dan Manggar, Senin (28/8/2017), kenaikan harga bumbu dapur seperti garam, kemiri, dan asam dikarenakan kenaikan harga dari agen di Jakarta. Selain itu, harga ikan seperti tenggiri dan tongkol juga ikut turun naik.

"Kalau garam memang sudah agak lama. Kalau kemiri dan asam dak tau kenapa naik. Dari Jakarta harganya sudah segitu," ungkap Hendri (33) salah seorang pedagang bumbu di Pasar Tradisional Kelapa Kampit.

Mandor panggilan sehari-hari Hendri mengatakan kenaikan harga perkilo untuk kemiri dan asam mencapai Rp 8.000 hingga Rp 12.000. Meski begitu kenaikan harga tak terlalu berpengaruh terhadap permintaan.

"Dulu kemiri perons-nya kita jual Rp 4.000, sekarang Rp 5.000. Asam sama naiknya seribu juga perbungkus. Penjualan masih normal," jelas Mandor.

Selain menemukan adanya kenaikan pada bumbu dan ikan, tim monev juga menemukan beberapa produk makanan seperti bakso, pewarna kue, dan tepung maizena tidak memiliki Izin Edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Terkait hal ini, Tim meminta agar pemilik toko tidak menjual produk yang tidak memiliki izin edar.

"Izin edarnya ada yang palsu dan tidak punya sama sekali. Kita khwatir produknya mengandung zat yang berbahaya untuk dikonsumsi. Saat ini kita ingatkan dulu pemilik toko," jelas Kepala Seksi Metrologi dan Perlindungan Konsumen Dinas Penaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Beltim, Meilia Sofia.

Selain mengingatkan, Tim juga mengambil sampel dari tiap-tiap produk tersebut. Sampel akan dikirimkan ke BPOM Pangkalpinang untuk diuji di laboratorium apakah mengandung zat yang berbahaya atau tidak.

"Masing-masing ada tiga sample, ini buat kita kirim ke BOPM. Mungkin kita bisa tau hasilnya sekitar dua minggu hingga satu bulan. Jika terbukti mengandung zat berbahaya akan kita tarik dari pasaran," tegas Meilia.

Meilia pun menghimbau agar konsumen khusus para pembuat kue lebih selektif dalam memilih bahan untuk pembuatan kue. Jika didapati produk tidak memiliki izin edar BOPM maka diminta supaya tidak membeli produk tersebut.

"Liat dikemasan produk yang kita beli. Jika tidak ada izin edar jangan dibeli. Kita khawatir ada zat berbahaya," ujarnya. (HK_@2!_Diskominfo Beltim)