Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, Pangkalpinang - Keterlibatan elemen masyarakat dalam rangka mensosialisasikan program  serta mendengar masukan dari berbagai sumber, termasuk dari kalangan akademis dan Intlektual muda Babel, menjadi salah satu program Ombudsman  untuk mendengar langsung masukan dari masyarakat  agar Ombudsman Babel ke depan  menjadi lebih baik.

Mengusung tema "Ombudsman Mendengar, tentang Pelayanan Publik dan Pengawasan Partisipatif terhadap seluruh Badan Maupun Lembaga yang Memberikan Pelayanan Publik di Bangka Belitung". Nampel kek Bekisah Ombudsman RI perwakilan Bangka Belitung kembali digelar hari ini, bersama Mahasiswa dan Akademisi, Selasa (8/8/2017) di Tan Kastel, Pangkalpinang.

Beberapa saran dan masukan oleh beberapa Mahasiswa yang hadir di dalam diskusi  tersebut, seperti perekomendasian wilayah yang dianggap kurang mendapat perhatian Pemerintah.

Adi purnama, anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bangka Belitung mengatakan, pelayanan di Babel jauh dari kata sempurna dengan berbagai permasalahan dasar. Dikatakannya lagi, pelayanan masyarakat bukan hanya terbatas dari gaya bahasa tubuh maupun dari pola komunikasi, melainkan juga dengan norma-norma dalam melayani seperti penguasaan pendekatan serta etika berkomunikasi.

''Saya pernah melakukan atau menggunakan pelayanan pada lembaga tertentu. Dan ketika saya berkomunikasi dengan oknum di lembaga tersebut, oknum tersebut melayani dengan tidak mengenakan dan dengan komunikasi yang menjurus kasar,"ungkapnya saat diberikan kesempatan menyampaikan pendapat

Banyak harapan yang muncul dari segenap para akademisi yang hadir dalam legiatan " Nampel kek Bekisah Ombudsman",  tetap menomorsatukan keinginan pelayanan terbaik ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam segi apapun berdasarkan lembaga lembaga terkait.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, Jumli Jamaluddin mengatakan sosialisasi ini merupakan sudah sekian kali  dilaksanakan bukan hanya melibatkan kalangan akademis saja, namun juga melibatkan Tokoh masyarakat, Agama, Lembaga Sosial Masyarakat, Kepala Desa, serta dalam waktu dekat akan mengajak pelajar agar dapat terlibat langsung dalam memperkaya wawasan  tentang tugas, wewenang Ombudsman sehingga kedepan dapat diimplementasikan kepada masyarakat luas terutama daerah terpencil.

" Kegiatan ini akan terus digalakkan Lembaga Ombudsman agar masyarakat dapat berperan aktif dalam melakukan pengawasan terkait kebijakan publik serta pengawasan pelayanan publik agar kita selalu bersinergi untuk mendapatkan pelayanan publik sebagaimana mestinya," paparnya dihadapan peserta " Nampel Kek Bekisah".
(Erwin)

Bottom Ad [Post Page]