Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, PangkalpinangKapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Drs. Anton Wahono bersama-sama Gubernur Prov. Kep. Bangka Belitung Dr. Erzaldi Rosman Djohan SE MM telah melaksanakan Konferensi Pers di Gudang PT. Nusantara Permai Sejahtera Jl Raya Sungai liat Kel. Selindung Lama Kec. Gabek Kota Pangkalpinang terkait penanganan kasus pengoplosan minyak goreng, Jumat (11/8/2017) sekira pukul 14.00 Wib.

Konferensi Pers tersebut juga dihadiri oleh Dirreskrimsus KBP Mukti Juharsa SIK, Kepala BPOM Babel, Kadis Perindag Prov.Kep. Babel dan Para Penyidik Subdit 2 Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Kep. Babel serta dengan menghadirkan Tersangka HS als H (45)selaku General Manager PT. Nusantara Permai Sejahtera.

Dalam Konferensi Pers, Kapolda juga mengatakan bahwa Tersangka HS selaku GM PT. Nusantara Permai Sejahtera disangka telah melakukan tindak pidana pengoplosan minyak goreng merk Hemart dan merk Fitri tanpa izin edar dari BPOM dan kadaluarsa, sesuai Laporan Polisi No : LP/ A-403 / VIII / 2017 / BABEL / SPKT tanggal 07 Agustus 2017.

Kapolda dan Gubernur saat Konferensi Pers, juga memperagakan Modus Operandi pelaku yaitu dengan membuka kemasan akhir pangan dari produk minyak goreng merk HEMART dan merk FITRI untuk disaring dan dikemas kembali di jerigen ukuran 5 (lima) liter untuk dijual kembali.

Kapolda juga mengatakan bahwa Modus Operandi pelaku yaitu dengan cara minyak merk hemart dan fitri dibuka kemasannya dan disaring ditampung dengan drum, setelah itu minyak tersebut dikemas kedalam jerigen ukuran 5 liter.

Kapolda menegaskan bahwa Tersangka HS selaku GM PT. Nusantara Permai sejahtera telah disangka melanggar UU No 18 tahun 2012 tentang pangan, pasal 139 yaitu setiap orang dengan sengaja membuka kemasan akhir pangan untuk dikemas kembali dan diperdagangkan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 10 miliar, dan pasal 142 yaitu pelaku usaha pangan yg dengan sengaja tidak memiliki izin edar terhadap setiap pangan olahan yang dibuat di dalam negeri atau yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 4 miliar rupiah.

Selain itu, Tersangka HS juga disangka melanggar Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf d UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlndungan Konsumen, dengan ancaman maksimal 5 tahun dan denda denda maksimal dua milyar rupiah.

Sedangkan barang bukti yang disita dalam kasus Minyak Goreng Oplosan dengan Tersangka HS yaitu berupa :
-Minyak goreng fitri sebanyak 3200 pcs ukuran 1800 ml/pcs.
-Minyak goreng merk hemart sebanyak 5302 pcs ukuran 1800 Ml.
-Minyak goreng merk hemart sebanyak 71 pcs ukuran 900 Ml/pcs.
-Minyak goreng merk hemart sebanyak 6333 pcs ukuran 180 ml.
-Minyak hemart sebanyak 76 jerigen ukuran 5liter.
-Minyak hasil oplosan sebanyak 44 jerigen ukuran 5 liter.
-Jerigen kosong ukuran 5 liter sebanyak 22 buah.
-7 karung plastik kemasan minyak goreng hemart dan fitri.

Di akhir Konferensi Pers, Kapolda menegaskan bahwa Tersangka HS selaku GM PT Nusantara Permai Sejahtera telah ditahan di Rutan Polda Kep. Babel dan tidak akan ditanggungkan karena perbuatan tersangka sangat merugikan masyarakat. (QQ)

Bottom Ad [Post Page]