Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, Pangkalpinang - Tim Terpadu Satgas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibawah Pimpinan Dirreskrimsus Polda Kep. Bangka Belitung Kombes Pol Mukti Juharsa SIK bersama Dinas Pertanian Provinsi Kep. Babel berhasil mengamankan dan menyita Pupuk Non Subsidi sebanyak Total 221,3 Ton yang kandungannya tidak sesuai SNI di Gudang PT Globusartha Internusa milik G als A, pada hari Kamis (31/8/2017) pukul 14.00 Wib.

Pupuk Non Subsidi milik G als A yang disita di Gudang PT Globusartha yang berlokasi di Jl. Sungai Selan Km 4 Kab. Bangka Tengah sebanyak 114,3 (seratus empat belas koma tiga) Ton dengan rincian : 1) NPK Cap Kepala Ayam/ Cock's Head 15-15-15 sebanyak 380 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 19 Ton; 2) NPK Cap Kepala Ayam/ Cock's Head 12-12-17-2 sebanyak 612 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 30,6 Ton; 3) NPK Cap Kepala Ayam/ Cock's Head 12-12-17-2+B sebanyak 156 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 7,8 Ton; 4) NPK Cap Kepala Ayam/ Cock's Head 15-15-6-4 sebanyak 288 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 14,4 Ton; dan 5) NPK Cap Kepala Ayam/ Cock's Head 12-6-22-3 sebanyak 850 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 42,5 Ton.

Sedangkan yg disita dari Gudang PT GLOBUSARTHA INTERNUSA milik G als A yang berlokasi di Jl. Padat Karya Tanjung Pandan Kab. Belitung sebanyak 107 (Seratus tujuh) Ton dengan rincian : 1)
NPK Cap Kepala Ayam/ Cock's Head 15-15-15 sebanyak 957 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 47,85 Ton; 2) NPK Cap Kepala Ayam/ Cock's Head 12-12-17-2 sebanyak 234 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 11,7 Ton; 3) NPK Cap Kepala Ayam/ Cock's Head 12-6-22-3 sebanyak 949 karung ukuran 50 Kg dengan berat total 47,45 Ton.

Pupuk Non Subsidi ini sudah kadaluwarsa milik G als A total sebanyak 221,3 Ton tersebut di atas disita oleh Satgas Pangan Prov. Kep. Babel karena Pupuknya diduga tidak memiliki ijin edar dan kandungan pupuk nya tidak standar dan tidak sesuai SNI.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Prov Kep. Bangka Belitung DR. Erzaldi Rosman Djohan SE MM saat Konferensi Pers bersama Kapolda Kep Babel Brigjen Pol Drs. Anton Wahono dengan didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Mukti Juharsa SIK, Kabid Humas AKBP Abdul Mun"im dan Kadis Pertanian Prov. Kep. Babel Toni Batubara serta Kadis Pangan Prov. Kep. Babel Ahmad Damiri di Lokasi Gudang Pupuk PT Globusartha Internusa Jl Sungai Selan KM 4 Kec. Pangkalan Baru Kab. Bangka Tengah, Kamis (31/8/2017) pukul 14.30 Wib.

Gubernur juga mengatakan bahwa para Distributor Pupuk ini harus bekerja sama dengan pihak Satgas Pangan Prov. Kep. Babel sehingga Para Distributor Pupuk ini tahu apakah pupuk yg dia terima dari pihak luar ini sudah sesuai standar atau tidak. Kalau sudah sesuai, tentu bisa diedarkqn, tapi kalau tidak sesuai standar, tidak boleh diedarkan. Kalau seandainya pihak pelaku usaha sudah tahu bahwa pupuknya tidak sesuai standar, tapi tetap mengedarkan maka kena ancaman pidana.

Gubernur juga telah meminta kepada Kepala Dinas Pertanian bersama sama Dinas Pangan dan Dinas Perdagangan untuk memberikan penyuluhan kepada para Distributor pupuk.

Di lain pihak Kapolda Kep. Babel Brigjen Pol Drs. Anton Wahono mengatakan bahwa pelaku berinisial G als A ini diancam pidana sesuai Pasl 61 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan e UU No 8 th 1999 ttg Perlindungan Konsomen yang ancaman pidananya maksimal 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 Milyar dan atau Pasal 60 ayat (1) huruf f dan i UU RI Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang ancaman pidananya maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 250 Juta.

Selain itu Kapolda juga mengatakan bahwa bila pupuk yang tidak standar dan tidak sesuai SNI ini diedarkan ke para petani, tentu sangat merugikan petani. Sehingga siapapun pelakunya, maka akan dilakukan tindakan tegas melalui proses hukum. Namun demikian, nanti juga akan dilakukan tindakan preventif sesuai masukan Gubernur tadi yaitu Pihak Kepolisian bersama Satgas Pangan lainnya akan mengundang seluruh Distributor Pupuk dan akan diberikan pemahaman agar pupuk yang diedarkan tersebut harus sesuai SNI. (QQ)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]