Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, Manggar BELTIM - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung (Babel), Bahuri Zainudin menyatakan jika Kabupaten Belitung Timur (Beltim) merupakan Kabupaten/Kota pertama di Provinsi Kepulauan Babel yang menyelenggarakan UKS Ekspo 2017. Bahuri berharap jika kegiatan itu dapat dicontoh oleh daerah-daerah lain di Provinsi Babel.

"Betul se-Babel baru di sini yang berani. Kita dari Pemprov sangat mengaprsiasi semoga daerah lain ikut meniru," kata Bahuri seusai menghadiri Pembukaan UKS Ekspo 2017, di Auditorium Zahari MZ, Selasa (10/10/2017) lalu.

Bahuri mengatakan kendala pengadaan kegiatan UKS Ekspo di daerah lain lebih ke pemahaman kesiapan dan Sumber Daya Manusianya. Ia menilai SDM yang di DKPPBD Beltim lebih paham dan siap.

"Kita bisa melihat perkembangan UKS di sekolah ataupun madrasah di tiap-tiap daerah. Tujuan akhirnya bagaimana mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan yang bertakwa," pukas Bahuri.

Bahuri berharap kegiatan UKS Ekspo akan terus dilakukan minimal dua tahun sekali. Menurutnya UKS Ekspo dapat menjadi ajang positif agar para pembina UKS dapat saling bersilaturahmi.

"Saya lihat UKS sudah berjalan di sekolah-sekolah cuman sekarang bagaimana untuk mengefektifkan dan memaksimalkan kegiatan tersebut dari tahun ke tahun," ujarnya.


UKS Ekspo 2017 Digelar tiga hari


Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Expo 2017 di Auditorium Zahari MZ, Selasa (10/10/2017). Kegiatan dibuka oleh Bupati Beltim, Yuslih Ihza.

Ajang dua tahun sekali ini berlangsung selama tiga hari. Di dalamnya ada Lomba Tarian Cuci Tangan Pakai Sabun Tingkat PAUD/TK, Lomba Paduan Suara Mars UKS tingkat SD, lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP dan SMA.

Kepala Dinas DKPPKB, Liatim mengatakan tujuan UKS Ekspo adalah meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku, lingkungan serta derajat hidup bersih dan sehat.

"Kita ingin memotivasi masyarakat sekolah untuk meningkatkan kesehatan, terutama melalui upaya preventif dan promotif dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kita juga berupaya meningkatkan koordinasi lintas program dan lintas sektor terkait dalam pembinaan dan pengembangan Program UKS di Kabupaten Beltim," kata Liatim.

Liatim menyatakan jika anak usia sekolah merupakan sasaran strategis untuk pelaksanaan program kesehatan. Selain jumlahnya yang besar yakni 30 persen dari jumlah penduduk, mereka juga merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena terorganisir dengan baik.

"Masalah kesehatan yang dialami peserta didik sangat kompleks dan bervarisi. UKS Ekspo ini juga sebagai ajang kompetisi antar sekolah untuk menumbuhkembangkan pembentukan manusia seutuhnya," jelasnya.

Untuk Lomba sendiri Liatim menyatakan peserta lomba berasal dari tiap sekolah perwakilan di tiap kecamatan, kecuali Kecamatan Manggar yang mengirimkan lebih dari satu regu/ kelompok.

"Tarian Cuci Tangan diikuti 9 regu, tiap regu 6 orang. Paduan suara 8 kelompok, tiap kelompok 20 orang dengan 1 orang sebagai pemimpin. Sedangkan untuk cerdas cermat diikuti oleh 9 regu masing-masing regu 3 orang," ungkap Liatim.

Dalam Pembukaan UKS Ekspo 2017 Kabupaten Beltim, dilakukan penandatanganan Program Integrasi Kesehatan Anak Sekolah (PIKASE). PIKASE ini sendiri merupakan kerjasama dengan tiga kementerian terkait yakni Kesehatan, Pendidikan, dan Agama.

Penandatangan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kesumajaya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Beltim Imam Sya'fei, Kepala DKPPKB Liatim dan Bupati Beltim Yuslih Ihza.  

"Dengan adanya penandatangan ini diharapkan agar UKS betul-betul dapat menjadi wadah penanaman dan adopsi perilaku hidup sehat yang nantinya menjadi salah satu modal dasar generasi-generasi penerus kita," kata Yuslih seusai menandatangani PIKASE.

Yuslih menekankan agar awal kerjasama tiga kementerian yang berbeda tarkait UKS ini dapat ditindak lanjuti. Untuk itu Ia berpesan agar DKPPKB Beltim dapat mengawal dan mengkoordinir isi perjanjian.

"Kita pemerintah daerah sangat siap dan mendukung upaya kerjasama sekaligus peningkatan taraf mutu kesehatan anak-anak di sekolah agar mutu pendidikan kita juga meningkat," tukas Yuslih.

Dalam kesempatan itu pula Mantan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung itu berpesan agar sekolah dapat berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan, baik fisik, mental maupun sosial.

"Selain menjaga kesehatan fisik sekolah juga harus memiliki daya hayat dan tangkal terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan narkotika, obat-obatan dan bahan berbahaya, alcohol, rokok dan sebagainya," ujar Yuslih. (HK-@2!_Diskominfo Beltim)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]