Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan, S.Ag. menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pelatihan Fasilitasi Peningkatan Kompetensi Petugas DFI (District Food Inspector), yang diiniasiasi oleh Balai Pengawasan Obat Makanan Provinsi Bangka Belitung, Bertempat di Hotel Puncak, Pangkalpinang, Selasa (24/10/2017).

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh Tujuh Puluh Sembilan (79) peserta berasal dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kota/ Kabupaten se - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurutnya, Saat memberikan  sambutan Gubernur mengatakan bahwa dengan adaya pelatihan ini diharapkan  dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi petugas  dalam rangka peningkatan pengawasan obat dan pangan baik itu permasalahan produksi maupun pendistribusiannya serta upaya pembinaan dan advokasi kepada petugas dilapangan.

" Perlunya peningkatan kualitas petugas untuk mencegah kebocoran terhadap produksi dan peredaran obat terlarang, tujuan dari semua ini adalah melindungi masyarakat dari pangan yang tidak layak digunakan atau di konsumsi," katanya. 

Selain itu menurut beliau dengan adanya pengawasan yang baik dan dilakukan secara terus menerus dapat menciptakan makanan sehat dan bermutu, sehingga makanan yang di konsumsi masyarakat Babel bebas dari pengaruh dari bahan berbahaya.

Sementara itu Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan  Kesehatan Pangkalpinang, Rossy Hertati mengatakan bahwa  Kesehatan adalah hak mendasar seluruh masyarakat dan merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan amanah Undang Undang Dasar, Pemerintah bertanggung jawab dalam merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina, serta mengawasi dalam penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat.

"Adanya temuan produk obat dan Makanan yang tidak layak beredar di tengah masyarakat,seperti produk pangan yang mengandung bahan berbahaya dan beredar nya produk ilegal serta penyimpangan pendistribusian produk obat sehingga banyak disalahgunakan seperti terjadinya kasus vaksin palsu,obat kadaluarsa, dan Obat PCC. Hal ini tidak terlepas adanya penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan para produsen, distribusi dan juga sarana pelayanan kefarmasian," katanya.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan para petugas yang akan mengawasi peredaran obat obatan dan Makanan baik distribusi dan produksi di Babel, bagaimana melindungi masyarakat dari makanan dan obatan berbahaya.

Peningkatan mutu dan keamanan produk pangan yang dihasilkan industri menjadi perhatian serius  baik oleh Badan POM sendiri maupun Dinas Kesehatan serta pembinaan dan pengawasan pelayanan kefarmasian baik itu apotek, toko obat, Klinik, Rumah Sakit dan sarana kesehatan lainnya. (Erw)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]