Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, BANGKA - Dalam rangka upaya mengendalikan harga lada di pasaran dunia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan suatu sistem yang disebut dengan Resi Gudang.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Kemas Arfani Rahman, sistem resi gudang ini merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk mengendalikan harga lada di provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Pada hakekatnya, resi gudang ini untuk menahan keluarnya lada dari Bangka Belitung," ungkap Kemas Arfani, Kamis (15/11/2017) di Sungailiat.

Diterangkan Kemas, Lada Bangka yang terkenal dengan nama Muntok White Pepper merupakan trend marknya lada Bangka Belitung di pasaran dunia dan sangat terkenal di seluruh dunia.

"Lada kita ini sudah dikenal di seluruh dunia, dan tidak ada duanya secara kualitas, dan dari segi rasa juga serta lainnya lebih unggul lada kita ini dibandingkan dengan yang lain," jelasnya.

Untuk itu, dengan menahannya lada-lada dari Bangka Belitung keluar Bangka Belitung, maka akan banyak pertanyaan dari  para eksportir, pembeli serta konsumen dan akan mencari Muntok White Pepper ini.

"Kita harapkan ada mekanisme permintaan dan penyediaan jika kita terapkan hal ini, bisnis adalah bisnis, jika pasokan berkurang, permintaan banyak, maka harga akan meningkat," katanya.

Dengan hal tersebut diatas, Kemas menyambungkan, kejadian ini yang diharapkan pemerintah untuk membantu masyarakat petani lada dengan cara mengajak para petani, produsen lada untuk mengumpulkan lada di suatu tempat yang dinamakan resi gudang dengan sistem pembayaran bagi hasil.

"Petani tidak dibeli ladanya,  akan tetapi dititipkan di gudang, dengan kontribusi pihak gudang akan memberikan semacam kontribusi untuk pembayaran awal atau semacam Down Payment (DP) dan akan dihutung pada saat penjualan, misalnya pada sekarang harga lada Rp 60 ribu, dan dibayar dulu sebagian, dan sebagian lagi pada saat penjualan, berapa pada saat penjualan, itu akan dikurangi pada saat kontribusi awal dan sisanya akan dilakukan bagi hasil sesuai dengan kesepakatan dengan pihak gudang dan pihak gudang juga telah mempunai sebuah unit badan usaha semacam koperasi dan hal inilah yang akan dilakukan pihak provinsi," ungkap Kemas lagi.

Selain itu juga mantan kepala dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka ini menjelaskan, terkait resi gudang ini, rencananya tanggal 23 Nopember mendatang akan dilakukan launching Resi Gudang di Puding Besar sebagai gerakan awal sistem resi gudang di provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Respon petani sejauh ini positif dan mendukung serta dilakukan sosialisasi ke petani oleh dewan rempah Bangka Belitung yang dikomandoi bapak Bayodandari dan teman-teman di provinsi secara kontinu di kabupaten bahkan kecamatan, yang jelas masyarakat berharap harga lada ini mendapat perhatian dari pemerintah, dan pemerintah terus berusaha melakukan penjajakan dengan pihak luar seperti yang dilakukan pak gubernur dan bupati Bangka," jelasnya. (HK_Pemkab Bangka)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]