Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]


INRADIOFM.COM, Pangkalpinang --
Ketua Komisi Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sapta Qodriah Mahfi, S.H, menilai kasus kekerasan yang terjadi pada tahun 2017 terhadap anak di Bangka Belitung memasuki tahap yang mengkhawatirkan.

Merujuk data yang ada, Kasus kekerasan seksual dan pencabulan pada 2017 ada sebanyak dua belas (24) kasus dan jumlah kasus yang ditangani oleh  KPAD (STTP) sendiri sebanyak 42 kasus dari 74 kasus yang ada di Provinsi Babel.

" Secara keseluruhan kasus yang terjadi meliputi masalah Anak Berhadapan Hukum (ABH ) 6 kasus, Anak hilang ada 3 kasus,1 orang wafat, Kecelakaan rekreasi 1 kasus, Kekerasan fisik/Penganiayaan ada 2 kasus, Pendidikan ada 9 kasus," terang Sapta ketika awak media menemuinya di Ruang Kerja KPAD Babel, lantai III Kantor Gubernur Kepulauan Babel, Selasa ( 09/01/2017 )

Kemudian Ia melanjutkan masalah Kesehatan ada 6 kasus, Pencabulan/kekerasan seksual ada 24 kasus,
Penelantaran Anak ada 6 kasus, Trafficking ada 2 kasus, Pornografi & Cybercrime ada 2 kasus, Hak Asuh Anak ada 13 kasus.

Menurut Sapta, Dengan adanya kejadian kekerasan yang terjadi ditengah masyarakat terhadap anak pada tahun 2017 menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk selalu meningkatkan rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar agar dapat menekan serta meminimalisir kekerasan yang terjadi

" Semua itu tidak dapat dilakukan KPAD semata, maka kita selalu meningkatkan kerjasama dengan semua pihak, tidak hanya memberikan pemahaman kepada orang tua semata melainkan terhadap lingkungan sekitar," ujarnya

Kemudian, untuk menekan dan meminimalisir masalah yang terjadi pihak KPAD bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi serta Yayasan/ lembaga Psikolog untuk melakukan konseling, pendampingan serta bekerja sama dengan Baznas Provinsi

" Bentuk kepedulian dan tanggung jawab kita terhadap generasi penerus bangsa, ada beberapa hal yang kita lakukan diantaranya melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk terlibat dalam penyelamatan dan perlindungan kepada anak, diantaranya bekerjasama dengan Lembaga Baznas Provinsi dalam segi pendidikan dan kesehatan serta dengan pihak penegak hukum untuk proses penegakan hukum," katanya

Disatu sisi, Sapta sampaikan dalam memberikan perlindungan dan pembelajaran secara maksimal kepada masyarakat luas, memerlukan dana yang tidak sedikit namun bukan berarti dengan keterbatasan dana yang ada saat ini, kita tidak dapat memberikan pelayanan secara optimal kepada anak.( Erw ).

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]