Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Narkoba bukanlah hal baru bagi warga di provinsi Babel yang berpenduduk lebih dari 1,3 juta jiwa. Bahkan narkoba sudah menjadi sebuah isu strategis saat debat pilgub beberapa tahun kemarin untuk melihat sejauh mana komitmen para calon kepala di daerah ini dalam hal pemberantasan narkoba di Babel.

Hal ini tidaklah mengherankan mengingat letak strategis daerah ini yang berdekatan dengan pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan bahkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, yang bisa saja dimanfaatkan sebagai jalur transit peredaran narkoba di Indonesia. 

Dan Rabu (21/2/2018) malam tadi, program Cerudik LPPL INFO RADIO 97.6 FM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkesempatan melakukan wawancara ekslusif seputar semakin masifnya peredaran narkoba di Babel. Dengan narasumber, yaitu Yugo (Kalapas Narkotika kelas III Pangkalpinang), AKBP Abdul Mun'im (Kabid humas Polda Babel) dan Eka Agustina dari P2M BNNP Babel.

Diawal wawancara, Yugo mengharapkan adanya perhatian khusus dari para pemangku kebijakan dan masyarakat Babel untuk lebih serius dan tidak menganggap hal biasa saja bila sudah terkait narkoba di Babel.

"Mengingat semakin banyaknya warga Babel yang menjalani proses hukumnya atas kepemilikan barang haram ini. Seperti di lapas narkotika kelas III Pangkalpinang misalnya. Sampai bulan Febuari 2017 ini saja, sudah tercatat ada sebanyak 755 warga Babel yang terjerat kasus narkoba dan di dominasi usia-usia produktif mulai 20 tahun sampa 60 tahun dengan masa hukuman dibawah dan diatas satu tahun bahkan ada yang seumur hidup," terangnya.

Ia juga menekankan betapa persoalan ini bisa menjadi perhatian bersama mengingat kapasitas di lembaga pemasyarakatan yang dipimpinnya saat ini sudah sangat over kapasitas. Daya tampung idealnya untuk 450 orang, namun sekarang membludak menjadi 755 orang. Dengan kondisi satu sel yang biasanya dihuni 9 - 10 orang, kini menjadi 18 orang.

"Belum lagi terkait pelayanan kesehatan yang dirasa kurang memadai seperti belum adanya dokter jaga disini. Keberadaan dokter ini sangatlah dirasakan vital mengingat para warga binaan rata-rata adalah pengguna narkoba yang mereka sangat rentan terhadap penularan HIV/AIDS," ujarnya.

Ia berpesan kepada masyarakat Babel untuk bersama menjaga keluarganya dari narkoba. Salah satunya dengan membekali anggota keluarga dengan ilmu  agama. "Terus, bijaklah dalam memilih teman dan pergaulan. Hal ini atas penuturan dari pengalaman warga binaan yang ada disini," pesannya.

Sementara itu, AKBP Abdul Mun'im menyatakan bahwa Narkoba bukan lagi masalah negara tapi sudah menjadi masalah bersama dan pihak kepolisian sangat berkomitmen untuk hal ini. 

"Seperti beberapa hari kemarin pihak Polda Babel bersama jajaran Polres di Kabupaten/Kota sempat melakukan operasi Antik Menumbing dalam rangka pemberantasan narkoba di Babel. Seperti misalnya di daerah Bangka Barat pihak kepolisian berhasil mengungkap ada 10 kasus terkait narkoba ini," jelasnya.

Didalam institusi Polri itu sendiri, Ia menekankan sikap kepolisian RI sangat tegas dalam hal narkoba. Seperti di lingkungan Polda Babel yang rutin melakukan test urine mendadak dan dilakukan oleh Propam Babel kepada seluruh unsur kepolisian di Babel. Termasuk kepada pejabat tinggi Polda Babel semua diperlakukan sama.

"Bila terbukti, untuk sanksi terberatnya bisa dilakukan pemecatan dari kepolisian dan hal ini seringkali diingatkan dalam berbagai kesempatan," tegasnya.

Terkait tentang kejadian terbongkarnya penyelundupan narkoba dalam jumlah 1 ton yang cukup menghebohkan publik melalui jalur laut. Menurut beliau Babel memang sudah lama dikenal selama ini sebagai daerah dengan banyak jalur tikusnya sehingga narkoba bisa dengan mudah masuk di Babel.

"Antisipasi terbaik mengatasi hal ini, yaitu dengan sangat diperlukannya partisipasi bersama seperti menghimbau para nelayan di Babel. Bila sekiranya ada mendapati atau melihat kapal besar atau kecil yang berlayar tak dijalur biasanya atau sekiranya mencurigakan bisa turut kerjasamanya melaporkan ke pihak berwajib seperti Polair terdekat untuk segera ditindak lanjuti," ujarnya.

Untuk pencegahan peredaran narkoba terutama ditempat pemukiman umum. Ia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak takut dan segera melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat.

"Jika masyarakat menemukan adanya kegiatan yang diduga transaksi atau penggunaan narkoba ditempat tinggalnya. Bisa melapor ke Babinkamtibmas atau pihak RT setempat, dan setiap pelapor akan dijamin kerahasiaannya," jelasnya lagi.

Sementara Eka Agustina menyampaikan berdasarkan data yang dimiliki oleh BNNP Babel, Shabu-shabu merupakan jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan di Babel. 

Ia juga menjelaskan tidak mudahnya menggugah kesadaran masyarakat terutama pihak keluarga untuk proaktif mengajak anggota keluarganya yang pengguna narkoba, untuk mau di rehabilitasi. Baik melalui puskesmas terdekat, klinik pratama yang ada di BNNP Provinsi atau BNNK Kabupaten/Kota.

"Padahal kan rehabilitasi itu tidak dipungut biaya alias gratis dan sangat penting dalam proses kesembuhan seseorang atas  narkoba. Justru kebanyakan yang terjadi selama ini proses rehabnya dilakukan bila sudah diproses hukumnya," jelasnya lagi.

Ia juga memberikan tips untuk mengetahui tanda-tanda seseorang diduga mengkomsumsi narkoba. Diantaranya yaitu jika seseorang yang biasanya dikenal aktif, tiba-tiba bersikap pasif, suka menyendiri, sering terlihat murung, mata merah, dan suka menarik diri dari pergaulannya. "Bagi masyakat yang ingin bertanya langsung, bisa menghubungi saya di nomor 082306765886, terkait peredaran narkoba di Babel," ungkapnya.

Kemudian Ia berpesan cara terbaik terhindar dari bahaya narkoba adalah dengan bentengi diri dan keluarga dengan pergaulan yang baik, gaya hidup yang baik dan bekal agama yang baik. "Dijamin bila ketiga hal ini diterapkan dapat melindungi kita dan keluarga kita dari bahayanya narkoba," tegasnya. (AB_HK)

Penulis : Abu Bakar

Editor : HK

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]