LIVE STREAMING

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Program Cerudik yang mengudara setiap Senin hingga Jum'at, pukul 20.00 WIB di IN RADIO selalu mengangkat isu-isu maupun topik dan peristiwa menarik yang terjadi di masyarakat baik perkotaan maupun perdesaan di Bangka Belitung.

Seperti halnya pada edisi Selasa (20/2/2018), program Cerudik yang dipandu Bujang Kudul dan Yak Abu tersebut mengangkat tema tentang angka perceraian di Babel yang cenderung meningkat.

Dengan beberapa orang yang menjadi narasumber pada program tersebut, yaitu KH. Zayadi (Ketua MUI Babel), Nurmala Dewi (Ketua Lembaga Perlindungan Anak Dan Perempuan Bangka Belitung), dan Nazarlis Chan (Humas Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung) yang masing-masing dihubungi via telepon.

KH Zayadi mengungkapkan salah satu penyebab meningkatnya angka perceraian di Babel dikarenakan pernikahan dini yang kini marak terjadi di kalangan remaja sebagai dampak dari pergaulan bebas dan pacaran selama ini. Ia menyarankan kepada para orangtua untuk lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anaknya, minimal kenal dengan siapa anaknya bergaul dan membiasakan bekal agama bagi anak-anaknya. "Saya juga sangat setuju dengan adanya pemberlakuan jam malam di Babel, khususnya bagi para pelajar maupun remaja agar tidak lagi keluyuran dimalam hari sebagai langkah antisipasinya," ungkapnya.

Ia juga menanggapi tentang nikah siri/nikah bawah tangan yang banyak dimanfaatkan dikarenakan besarnya biaya nikah. Menurut beliau nikah seperti ini tidak disarankan karena ada salah satu pihak yang pasti dirugikan, yakni pihak perempuan. Terutama terkait status pernikahannya yang tidak diakui oleh negara dan tidak dapat dilindungi secara hukum oleh negara.

Sementara itu, Nurmala Dewi mengatakan ada 3 faktor penting yang menyebabkan tingginya angka perceraian di Bangka Belitung, yaitu faktor pernikahan dini, faktor ekonomi, dan faktor orang ketiga. "Khusus faktor pernikahan dini, itu lebih kepada dampak pergaulan bebas yang begitu masif terjadi di Babel. Jadi tidak heran, kebanyakan pasangan muda menikah bukan karena memang sudah benar-benar siap menikah tapi karena terpaksa menikah daripada malu, alias MBA (Married By Accident)," terangnya.

Khusus faktor ekonomi, Ia menekankan lebih kepada dampak susahnya masyarakat untuk ber-TI (Tambang Inkonvensional) yang tidak seperti dulu lagi. Begitu juga harga jual pertanian seperti karet, lada dan kelapa sawit yang tak sebanding dengan biaya kebutuhan sehari-hari yang semakin meningkat. "Ini sering memicu pertengkaran-pertengkaran kecil yang bisa menjadi pertengkaran yang berkepanjangan setiap hari. Karena ini berkaitan dengan tugas suami menafkahi anak istri, dan memicu terjadinya KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)," terangnya lagi.

Khusus faktor orang ketiga, Nurmala Dewi menekankan lebih kepada dampak kemajuan gadget yang tidak dimanfaatkan dengan semestinya seperti Facebook yang menjadi pintu masuk mencari PIL/WIL (Pria/Wanita Idaman Lain).

Dan dalam kesempatan tersebut, Ia menyatakan siap membuka diri dan waktu 24 jam bilamana ada warga yang membutuhkan pendampingan terkait kekerasan pada anak dan perempuan, dan bisa menghubungi beliau di nomor HP 081367455513.

Sementara Nazarlis Chan menjelaskan, Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung mencatat untuk tahun 2016, yang terdata ada sebanyak 2007 kasus gugatan perceraian yang ditangani. "Dimana pihak suami ada sebanyak 503 kasus gugatan dan pihak istri sebanyak 1504 kasus gugatan," katanya.

Sedangkan, data tahun 2017 menunjukkan ada sebanyak 2069 kasus gugatan perceraian yang ditangani. Dari pihak suami ada 524 kasus gugatan dan pihak istri ada 1545 kasus gugatan. Sehingga dapat disimpulkan adanya kecenderungan meningkatnya angka perceraian di Babel yang didominasi pihak istri yang paling banyak mengajukan gugatan perceraian.

Beliau juga menjelaskan lamanya masa persidangan memakan waktu kurang lebih satu bulan sampai pada keputusan. Dan para hakim memiliki prinsip 90% menginginkan tidak terjadinya putusan resmi perceraian dan lebih memiliki banyak pertimbangan seperti melalui pihak mediator contohnya. (AB_HK)

Penulis : Abu Bakar
Editor : HK

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]