Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Komisioner Bawaslu Babel Divisi Hukum dan Penegakkan, Firman Pardede mengatakan terwujudnya Pilkada Damai di Babel sangat ditentukan oleh komitmen semua pihak untuk tidak melakukan kecurangan, seperti money politics.

Hal ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif bersama LPPL IN Radio 97,6 FM Pangkalpinang dalam program Cerudik, Senin (26/2/2018) malam.

Bahkan Firman menyampaikan bahwa money politics (politik uang) menjadi titik fokus pengawasan tugas dari Bawaslu Babel di Pilkada serentak tahun 2018.

"Untuk money politics ini menjadi titik fokus pengawasan kami di Bawaslu Babel. Dan ini sudah menjadi amanah UU No. 10 tahun 2016," katanya.

Selain itu Ia pun menghimbau masyarakat tidak lagi terjebak politik uang dalam bentuk apapun karena ada sanksinya.

"Ada sanksi hukuman 1 bulan sampai 36 bulan penjara kepada penerima politik uang saat ini. Jadi, jangan mau lagi lah diimingi uang seratus ribu, atau beras 5 kilo, dalam Pilkada serentak ini kalau jelas merugikan diri sendiri," ungkapnya.

Sementara itu sekda Babel Yan Megawandi, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Babel termasuk salah satu Provinsi yang aman dan kondusif untuk Pilkada serentak di Indonesia.

"Contoh nyata kita di pilgub  2017 kemarin. Babel dianggap aman dan dinilai baik dalam setiap melewati tahapan proses pilkada serentaknya oleh berbagai pihak selama ini. Bahkan indeks demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi kita menduduki peringkat 2 terbaik se - Indonesia setelah DIY," ungkap Sekda.

Ia pun menghimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga Pilkada damai di Babel dengan tidak terlibat politik praktis, dalam Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 Juni mendatang tersebut.

"Untuk para ASN. Semampu mungkin jangan mau terlibat politik praktis. Apalagi dengan menshare, menglike paslon yang disukai di medsos dan sebagainya. Kita ada sanksi tegas untuk hal semacam ini," tegasnya.

Sementara itu, pengamat politik Babel, Anugrah Bangsawan didalam program Cerudik yang dipandu Bujang kudul dan Yak abu ini, turut mengemukakan ada 3 instrument penting yang sangat menentukan Pilkada damai di Babel.

"Ada 3 instrument pentingnya. Pertama, pihak penyelenggaranya yakni KPU dan Bawaslu. Kedua, peserta Pilkadanya yakni Paslon dan tim suksesnya. Dan yang Ketiga, masyarakat pemilihnya," jelas Anugrah.

Pengamat Politik yang juga dosen UBB ini mengharapkan jangan terkesan nantinya Pilkada damai ini hanya akan menjadi sekedar sebuah lips services (manis di lidah), tanpa ada aksi nyata dibelakangnya.

Diakhir wawancara, Anugrah Bangsawan mengemukakan yang mampu mewujudkan Pilkada damai Babel sesungguhnya adalah masyarakat Babel itu sendiri.

"Jangan menuntut pemimpin Anda adalah pemimpin adil dan jujur, selama kita pun masih menjadi pemilih yang tak jujur. Kita masih menukar murah suara kita dengan sejumlah barang dan rupiah," tutupnya. (AB_HK)

Penulis : Abu Bakar
Editor : HK

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]