LIVE STREAMING

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Kesehatan terus membuat terobosan dan memberikan pelayanan yang prima terutama bidang pelayanan kesehatan dan mental. Salah satu hal yang baru dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka adalah dengan memberikan fungsi tambahan bagi puskesmas di Kabupaten Bangka dengan menerima rehabilitasi narkoba.

Diakui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr. Then Suyanti, sejauh ini ada delapan puskesmas di Kabupaten Bangka yang menerima rehab narkoba atau rawat jalan serta konsultasi terkait pasien narkoba ini.

Dikatakannya, ada dua kategori untuk puskesmas rehab narkoba ini, yakni IPWL atau Institusi Penerima Wajib Lapor yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Kesehatan RI. Untuk IPWL ini adalah Puskesmas Penagan, Puskesmas Bakam, dan Puskesmas Belinyu.

Sementara yang Non IPWL, dimana SK-nya dari Dinas Kesehatan dan BNP Kabupaten adalah Puskesmas Sungailiat, Puskesmas Kenanga, Puskesmas Baturusa, Puskesmas Pemali, dan Puskesmas Petaling. dr. Then Suyanti menambahkan indikator penunjukkan puskesmas menerima kegiatan rehabilitasi pasien narkoba tersebut diantaranya ada petugas yang telah terlatih dan ada sarana dan prasarananya.

"Ada delapan puskesmas yang siap menerima rehab narkoba ini, sementara itu yang belum menerima adalah Puskesmas Sinar Baru, Puskesmas Riau Silip, Puskesmas Gunung Muda dan Puskesmas Puding Besar," ungkap dr. Then.

Lebih lanjut mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Depati Bahrien Sungailiat ini mengatakan penunjukkan puskesmas yang menerima pasien rehab narkoba ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terkhusus rehabilitasi yang merupakan salah satu bentuk pelayanan atau pengembangan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat dapat merasa diperhatikan.

"Sejauh ini berjalan lancar, seperti poli biasanya, rawat jalan semacam konsultasilah, lebih terbuka kalau di puskesmas, kalau di rumah sakit khusus, mungkin membuat masyarakat agak takut," katanya lagi.

Menurut dr. Then Suyanti, sejauh ini pasien yang berkonsultasi dan rehabilitasi narkoba tersebut ada sebelas orang, dan masuk dalam Non IPWL dengan profesi pekerjaan yang beragam. Mulai dari buruh, tidak bekerja, pelajar dan wiraswasta, dengan jenis napza mulai dari obat-obatan, inhalan, shabu, ganja, ekstasi, sampai alkohol. (HK_Pemkab Bangka)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]