LIVE STREAMING

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Ketua BEM FISIP UBB Ahmad Subhan Hafiz mengatakan sosok calon kepala daerah yang berkualitas dan berintegritas, akan paling banyak dipilih kedepan oleh para pemilih pemula dalam Pilkada Serentak pada 27 Juni mendatang.

Hal ini disampaikannya saat wawancara eksklusif dalam program Cerudik di LPPL In Radio dengan tema, Kemana Arah Suara Pemilih Pemula di Pilkada Serentak, yang dipandu oleh Bujang Kudul dan Yak Abu, Rabu (7/3/2018) malam.

Ia juga mengharapkan, para calon kepala daerah yang sedang berlaga saat ini mampu menyuguhkan sebuah tontonan politik yang mencerdaskan bagi generasi muda dengan menghindari cara-cara tak mendidik, seperti praktek money politics.

"Kami butuh sebenarnya tontonan politik mencerdaskan. Dan kami butuh contoh di lapangan, yakni kedewasaan politik tanpa bumbu money politics nya," ungkapnya.

Saat ditanya tim Cerudik, akan kemana suara anak muda atau para pemilih pemula akan berlabuh di Pilkada serentak ini, Hafiz menjelaskan bahwa para calon pemimpin yang memiliki track record baik dan visioner pada kemajuan, dapat menjadi yang paling banyak dipilih oleh mereka kedepan.

"Siapa yang paling banyak kami pilih. Tentu mereka-mereka yang jujur, berkualitas dan komitmen untuk memajukan dan mensejahterakan rakyatnya. Simpelnya mereka adalah para pemimpin visioner dan berintegritas," ungkapnya.

Sementara itu Anugrah Bangsawan, seorang pemerhati politik Babel dalam kesempatan yang sama turut menjelaskan bahwa suara anak muda atau pemilih pemula sangat dipengaruhi cara didalam menjelaskan esensi sebuah Pilkada yang sesungguhnya kepada para generasi "jaman now" itu.

"Esensi Pilkada itu adalah siklus pergantian sebuah kepemimpinan dan prosesnya pun berkualitas. Selama ini Pilkada sering dipertontonkan, dikesankan sebagai sebuah drama perebutan kekuasaan. Sayangnya ini yang menjadi pesan kita untuk generasi milenial ini," ungkapnya.

Selain itu Anugrah yang juga aktif sebagai dosen UBB ini turut mengingatkan para generasi muda Babel akan adanya bentuk tanggungjawab moril sebagai anak bangsa untuk membangun dan memajukan negeri tercinta ini seperti yang dilakukan oleh para pendiri bangsa.

"Ikut Pilkada artinya ikut memilih pemimpin terbaik untuk kemajuan negeri ini. Tapi jangan protes, dan jangan berharap bisa mendapatkannya karena prosesnya pun tidak Anda ikuti jika tidak memberikan hak suara," tegasnya.

Sementara itu Ahmadi Sofyan, seorang tokoh budaya Babel yang juga menjadi narasumber malam itu menjelaskan, ada 2 faktor utama menurunnya angka partisipasi para pemilih pemula di Pilkada yakni kurangnya sosialisasi pihak penyelenggara dan peserta Pilkada.

"Perlulah KPUD sesekali inovatif semisal menyambangi komunitas anak muda atau tokoh seperti munir dari gawi gile untuk merangkul suara anak muda. Atau anda para paslon, ajaklah anak para anak muda ini dialog tentang visi misi anda untuk kota ini," ungkapnya.

Selain itu Ahmadi Sofyan yang juga aktif sebagai penulis buku ini turut memberikan solusi khususnya untuk generasi muda Babel yang sampai hari ini belum menentukan pilihan dengan merekomendasikan tipe pemimpin yang kreatif sebagai pilihan.

"Carilah pemimpin seperti Ibu Risma di surabaya, atau tokoh nasional lain yang kreatif mau menghias dan mengolah wilayahnya. Kita tak butuh kedekatan alias pencitraannya, kita butuh kebijakannya untuk memajukan kota ini. Temukan itu," pesannya. (AB_HK)

Penulis : Abu Bakar
Editor : HK

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]