Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG "Men kan kita-kita ne siapa agik nek nyage bahase bangke ne, along kita mulailah, men saling bearep-arep, dek sbilelah, aok dk?".

Kutipan diatas dalam bahasa Indonesia mempunyai arti "Jika bukan kita - kita  siapa lagi yang menjaga bahasa Bangka, lebih baik kita mulailah, jika saling berharap, tidak akan, benar tidak?".

Semangat dan rasa peduli dalam menjaga, serta melestarikan budaya lokal daerah, terutama bahasa daerah menjadi dasar pemikiran seorang pemerhati budaya lokal Bangka Belitung, untuk mendorong masyarakat Bangka, khususnya kalangan pelajar untuk dapat kembali menghargai bahasa lokal, diantaranya melalui perlombaan berkonsep lokal, dengan tema Pak Wo Cerudik 2018.

Ketua pelaksana Pak Wo Cerudik, Sumaidi atau yang akrab disapa Pak Wo menjelaskan, beragam acara yang akan dihadirkan yaitu, lomba menulis kisah begagit, lomba menggambar begagit, serta lomba kelakar bangke, dengan peserta pelajar yang berasal dari SMA/SMK/MA se-Bangka, dan rencananya akan dilangsungkan di Wilhelmina Park/Taman Sari Pangkalpinang, pada 25 Maret 2018 mendatang.

"Keinginan dalam diri untuk mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kaum muda, agar mereka dapat mengapresiasi kearifan lokal melalui bahasa ibu (daerah), menjadi dasar untuk dituangkan dalam suatu kegiatan yang bersifat perlombaan ini," terang Pak Wo, Kamis, (22/3/2018).

Ia mengungkapkan, keinginan untuk mengadakan perlombaan berkonsep lokal tersebut, dikarenakan ia melihat kecenderungan generasi muda saat ini, yang dari waktu ke waktu seakan mulai melupakan bahasa daerahnya. Mereka cenderung lebih senang, menggunakan bahasa dari luar yang menurut mereka lebih kekinian, padahal tanpa disadari bahasa daerah dapat memberikan identitas pribadi, serta kebanggaan tersendiri dalam diri.

"Terkikisnya bahasa lokal di tengah masyarakat, terutama generasi muda saat ini, terjadinya tanpa kita sadari, karena kurangnya kepercayaan dan kepedulian terhadap bahasa daerah tersebut," tuturnya.

Selanjutnya ia menambahkan, selain kegiatan perlombaan-perlombaan itu, acara juga akan diisi dengan acara Ngelepas Buku Kisah Bulek Ukan, Edisi Kedue. Buku yang ditulis dan lahir dari keinginan kuat sang penulis untuk menghadirkan cerita yang unik, dengan versi lain daripada yang lain, dan menceritakan latar kehidupan sosial keseharian masyarakat, dan ditulis dalam bahasa Bangka. (Erw_HK)

Penulis : Erwin Gunawan
Editor : HK

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]