Akbar Riandi : Proteksi Data Pribadi Anda di Medsos - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Rabu, April 25, 2018

Akbar Riandi : Proteksi Data Pribadi Anda di Medsos

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Pemberitaan tentang bocornya data sekitar satu juta lebih pengguna Facebook di Indonesia, karena skandal Cambridge Analytica (CA), ternyata direspon beragam oleh masyarakat. Salah satunya oleh Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Bangka Belitung, Akbar Riandi.

Menurut praktisi yang aktif bergelut pada edukasi pemanfaatan teknologi informatika tersebut, sebenarnya kejadian itu bisa menjadi pembelajaran terutama para pengguna media sosial untuk lebih bijak menggunakan medsos secara aman.

Akbar menambahkan, para pengguna medsos bisa memproteksi data pribadi mereka dengan melakukan dua hal penting saja. Pertama, tidak login atau membuka disembarangan tempat. Yang kedua, jangan mudah tertarik untuk mencoba sebuah aplikasi tertentu yang menggunakan fasilitas, yang sejenis Facebook.

"Jangan buka FB dari warnet atau dari HP orang lain. Misal, buka di warnet. Kita tidak tau saat membuka FB itu tiba - tiba listrik mati, dan ketika listrik menyala akun milik kita belum sempat di logout, itu membuka kesempatan orang lain untuk berbuat jahat menggunakan akun kita. Ini juga bisa terjadi jika menggunakan Hp milik orang lain ya," ungkap Akbar saat menjadi narasumber dalam program Cerudik di LPPL In Radio 97,6 FM dengan tema "Hoaks Atau Fakta, Facebook Diblokir di Indonesia", Selasa (24/4/2018) malam.

"Satu lagi jangan mudah menggunakan FB Anda untuk coba aplikasi unik walau untuk fun. Muncul semacam pertanyaan, Bagaimana Anda 30 tahun mendatang? Terus, dengan siapa Anda akan menikah?. Aplikasi-aplikasi semacam ini sebaiknya dihindari karena cukup rentan sistem keamanannya," tambahnya.

Jangan Mudah Percaya Foto Profil di Facebook

Akbar mengungkapkan, penyebab kasus tindak kriminal bahkan asusila masih sering terjadi yang berawal dari Facebook. Dikatakannya, karena masih banyaknya orang yang beranggapan bahwa medsos sebagai media ekspresi dan eksistensi diri dalam bentuk upload foto - foto yang bersifat private (pribadi) dan tidak menunjukkan sesuai aslinya di lapangan.

"Ada kejadian diluar, perempuan remaja menjadi korban, seorang laki-laki yang berpura-pura berjenis kelamin perempuan, dan berprofesi sebagai dokter di akun Facebooknya. Awalnya, suka berkirim messages, curhat tentang penyakitnya dan karena sudah merasa saling kenal dan percaya, dia mengirimkan begitu saja foto apapun yang diminta," ceritanya.

"Dan tak pernah disangka, dengan dalih memeriksa kesehatan, foto yang diminta itu sampai detail ke organ intim remaja wanita tersebut, dan ternyata disebarluaskan si pelaku didalam website, forum dan blog dewasa. Bayangkan, sebuah foto profil dan data palsu berhasil menipu seseorang. Jadi, berhati - hatilah untuk hal seperti ini," pesannya. (AB)

Tidak ada komentar: