Benarkah Facebook Resmi Diblokir, Ini Jawaban Kominfo Babel - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Rabu, April 25, 2018

Benarkah Facebook Resmi Diblokir, Ini Jawaban Kominfo Babel

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bangka Belitung, Sudarman mengatakan, pemberitaan yang menjadi viral dalam beberapa minggu ini yang menyebutkan kalau media sosial Facebook akan diblokir terhitung 24 April 2018 di Indonesia, adalah tidak benar alias hoaks.  

Ia mengatakan bahwa tidak ada laporan resmi yang menyebutkan bahwa pemerintah akan melakukan pemblokiran terhadap akses penggunaan Facebook di Indonesia terhitung tanggal 24 April.

"Jadi, itu cuma Hoax, tidak benar, seperti kabar yang beredar. Kemkominfo sendiri tak pernah menyinggung soal 24 April ini akan memblokir Facebook. Laporan resmi terkait hal ini pun tidak ada dari pemerintah. Jadi tidak benar," ungkapnya yang dihubungi melalui saluran telepon dalam program Cerudik di LPPL In Radio 97,6 FM yang dipandu oleh Bujang Kudul dan Yak Abu dengan tema "Hoaks Atau Fakta, Facebook Akan Diblokir Di Indonesia", Selasa (24/4/2018) malam.

Ia menambahkan yang terjadi adalah pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), masih menunggu hasil balasan dari surat permintaan yang dilayangkan kepada Facebook untuk meminta penjelasan, serta dokumen terhadap penyalahgunaan data pengguna Facebook di Indonesia yang mana harus dijawab dan dipenuhi oleh Facebook pada 26 April mendatang. 

"Pemerintah sebatas minta penjelasan tambahan dari surat teguran kemarin. Apakah terkait penyalahgunaan data pengguna di Indonesia sudah dilakukan investigasi atau belum," terangnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pengguna Facebook di Indonesia terkena imbas dari penyalahgunaan puluhan juta data pengguna Facebook oleh sebuah perusahaan konsultan politik asal Inggris, Cambridge Analytica (CA), dimana sebagian besar yang menjadi korban adalah pengguna di Amerika Serikat (AS) sebanyak 70,6 juta, diikuti Philipina sebanyak 1,2 juta dan Indonesia 1 juta lebih pengguna. (AB_HK)

Tidak ada komentar: