KPAD Babel : Kita Bukan Berada di Jaman Siti Nurbaya - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Kamis, April 19, 2018

KPAD Babel : Kita Bukan Berada di Jaman Siti Nurbaya


INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bangka Belitung, Sapta Qodria Muafi SH mengatakan pentingnya memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat bahwa setiap anak mendapatkan hak yang sama dan dilindungi dalam berbagai aspek kehidupan dinegeri ini.

Hal ini menanggapi kejadian dibatalkannya pernikahan seorang remaja perempuan berusia 16 tahun dengan pria berusia 50 tahun di Kabupaten Bangka Tengah. Dalam program cerudik LPPL In Radio dengan tema "Nikah Tak Sekedar Asal Sah",  Rabu (18/4/2018) malam.

Sapta sempat haru dan terenyuh dengan apa yang dialami nyata oleh WL ( 16 tahun ) saat mengetahui bahwa pernikahan tsb sebenarnya tak pernah ia kehendaki dan masih ingin memiliki cita - cita menjadi seorang guru dan menikmati masa bermain dengan teman - teman seusianya.

"Ku sempat ikut netes air mata saat dengar langsung, bahwa anak ini tak mau nikah. Kenal dengan bapak itu juga ga katanya," ungkap Sapta.

"Anak ini ingin jadi guru dan masih ingin bermain dengan teman sebayanya. Siapa pun akan terenyuh mendengar curhatnya saat kita lakukan assesment ," tambah Sapta.

Saat ditanya apa yang membuat WL (16 tahun) seperti tiada daya menolak pernikahan tsb. Sapta menjelaskan lebih karna uang seserahan pernikahan senilai 50 juta ternyata sudah diserahkan kepada orangtuanya untuk biaya resepsi pernikahan.
"Anak ini seperti tidak ada pilihan untuk menolak. Karna uang seserahan yang 50 juta itu lah diserahkan semua ke orangtuanya,"  ungkapnya.

Dibawah 18 Tahun, Masih Kategori Anak - Anak

Sapta menambahkan berdasarkan UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dipasal 1 disebutkan bahwa seseorang berusia dibawah 18 tahun masih dalam kategori anak - anak dan mendapatkan hak dan perlindungan yang sama dalam hukum. Saat melakukan pertemuan dengan orang tua WL, Dinas Sosial Kabupaten Bangka Tengah, perangkat desa sungai selan terkait hal ini.

"Kami sempat jelaskan undang - undang perlindungan anak dan sanksi hukumnya. Bahwa anak dibawah 18 tahun seperti WL belum boleh nikah. Dan syukurnya bisa dipahami orangtua WL dan calonnya," ungkap Sapta. 

Sapta menyarankan agar hal serupa tak terjadi kembali. Sangat diperlukan peran masyarakat turut aktif melaporkan sekiranya mendapati adanya kekerasaan pada anak baik secara fisik dan psikis, seksual bahkan terkait kesehatan dan pendidikan untuk dapat segera melaporkannya ke KPAD Bangka Belitung.

"Kita tidak hidup dijaman siti nurbaya lagi. Cukuplah kasus ini menjadi pembelajaran kita semua. Terutama para orang tua," harapnya.

"Kita berharap masyarakat bisa melapor ke KPAD. Jika menemukan ada kekerasaan pada anak, baik fisik, psikis, seksual, biaya pendidikan dan susah berobat. Silahkan datang ke KPAD Babel di lantai 3 Kantor Gubernur atau bisa hubungi 081367229555," pesannya.(AB)

Tidak ada komentar: