Lestarikan Budaya Nganggung, Adet Mastur : Ajak Masyarakat Bangka Kembali Gunakan Dulang - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Sabtu, April 28, 2018

Lestarikan Budaya Nganggung, Adet Mastur : Ajak Masyarakat Bangka Kembali Gunakan Dulang

INRADIOFM.COM, BANGKA TENGAH - Tradisi Budaya " Nganggung "  ditengah masyarakat pulau Bangka telah menjadi bagian ritual adat budaya yang tidak dapat lepas dari sosial masyarakat dan menjadi identitas simbol - simbol kebersamaan suatu daerah.

" Nganggung " aktivitas menyajikan aneka makanan dengan menggunakan wadah besar atau biasa disebut masyarakat dengan " dulang " kemudian ditutup dengan " Tudung Saji ", untuk diantarkan ke Masjid atau Balai Kampung sebagai hidangan untuk dinikmati secara bersama - sama oleh masyarakat setelah selesai ritual agama maupun adat kampung.

Seiring perjalanan waktu, suka tidak suka telah terjadi sedikit pergeseran ditengah masyarakat Bangka Belitung, yang dulu menggunakan " Dulang" perlahan masyarakat beralih dengan menggunakan rantang dan nasi kotak.

Menurut Adet Matsur, Ketua Komisi I DPRD Babel mengatakan nasehat dan petuah orang tua kita dahulu, nilai kesopanan serta  secara estetika makan dengan menggunakan piring mempunyai makna lebih tinggi dibandingkan makan dengan  Siana  ( rantang - pen ).

" Mungkin menurut pemikiran masyarakat saat ini, mereka berpikir lebih praktis, padahal budaya itu hadir ditengah masyarakat tidak dapat dipungkiri memiliki sarat nilai - nilai mulia didalamnya," ujar Adet Mastur, sekaligus putra daerah Desa Keretak, Jumat ( 27/04/2018 ).

Oleh karena itu untuk melestarikan serta menjaga kebudayaan Nganggung, dirinya pada setiap kesempatan selalu menghimbau serta memberikan pemahaman kepada masyarakat, senang tidak senang untuk dapat kembali  menggunakan Dulang dalam setiap perayaan kampung.

" Secara garis besar, Pemeritah telah memiliki Peraturan Daerah untuk menjaga kelestarian budaya lokal, seperti " nganggung ", untuk memperkuat dalam mengimplementasi Perda maka diperlukan Pergub sebagai turunan Perda agar masyarakat kembali menggunakan Dulang, " jelasnya. ( Erw ).

Tidak ada komentar: