Menperin : Lima Sektor Industri Jadi Pendorong Perkembangan Revolusi Industri 4.0 - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Rabu, April 18, 2018

Menperin : Lima Sektor Industri Jadi Pendorong Perkembangan Revolusi Industri 4.0

INRADIOFM.COM, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa ada lima sektor industri yang jadi pendorong perkembangan Revolusi Industri 4.0.

"Lima sektor industri itu adalah makanan dan minuman, kimia, tekstil, elektronik, dan otomotif," ungkap Airlangga Hartarto, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) dengan topik "Indonesia Siap Menuju Revolusi 4.0", bertempat di Ruang Serbaguna Kemenkominfo, Jakarta, Senin (16/04/2018) lalu.

Narasumber lain yang hadir adalah Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker Bambang Satrio Lelono, dan Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Leonard Tampubolon.

Menurut Menperin, perbedaan antara revolusi industri 3.0 dan revolusi industri 4.0 adalah dimana revolusi industri ketiga didorong oleh laba, sedangkan untuk revolusi industri keempat lebih didorong oleh harga dan biaya. 

"Revolusi Industri 4.0 tidak sepenuhnya tergantung pada kecerdasan buatan (artificial intelegence). Sebab tetap saja Revolusi Industri 4.0 melibatkan pemikiran dan emosi juga," tegasnya. 

Namun, ia menekankan bahwa teknologi internet terutama dengan bandwidth besar menjadi tulang punggung Revolusi Industri 4.0. Lalu, pencetakan dengan teknologi tiga dimensi (3D printing technology) telah merevolusi pembuatan sampel atau produk dari industri.

Selanjutnya, jenis pekerjaan akan ada perubahan. Menperin menambahkan, bahwa menurut studi yang terpenting adalah industrial data.

"Sektor industri lainnya memang tetap penting, karena tak semuanya dapat tergantikan oleh digitalisasi. Isunya ke depan adalah bagaimana kita membuat proyek percontohan dan berikutnya yaitu masalah keamanan data. Kasus bocornya data pribadi di AS dengan Facebooknya dapat dijadikan contoh. Sehingga, masalah hak intelektual menjadi kunci bagi pengembangan revolusi industri 4.0," paparnya. 

Bagaimana dengan Indonesia? Menperin Airlangga Hartarto menegaskan bahwa untuk memasuki revolusi industri 4.0 memiliki modal pasar domestik yang besar, serta memiliki universitas yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.  Modal lainnya, Indonesia hingga tahun 2030 masih menikmati Bonus Demografi dimana tenaga kerja dengan usia produktif begitu besar.

"Maka pada saat itu Indonesia harus memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ini jadi momentum yang tidak bisa kita sia-siakan," tutup Menperin. (HK)

Tidak ada komentar: