Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI ) Bangka Belitung, DR. Zayadi mengatakan, peristiwa korban meninggal yang diakibatkan miras oplosan di Jabar beberapa waktu lalu, bisa menjadi pembelajaran untuk semua masyarakat di Bangka Belitung.

Hal ini disampaikannya dalam program cerudik LPPL In Radio dengan tema "Oplosan Tak Oplosan, Miras Sama Bahayanya", Rabu (11/4/2018) malam.

Ia juga mengatakan diperlukannya perhatian ekstra dari para orangtua dan masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya, agar lebih peduli dengan apa yang sedang terjadi pada generasi muda saat ini, terutama pergaulan dan akhlaknya. 

"Kita lihat-lihatlah. Justru di kampung lebih parah dari kota, bila soal akhlak dan miras ini. Padahal kita tahu betul perintah agama, jagalah dirimu dan keluargamu dan jangan tinggalkan generasi lemah dibelakangmu," ungkapnya. 

Diungkapkannya, mengkonsumsi miras bukanlah sebuah identitas pergaulan maju dan berkelas, dari cerminan para generasi milenial saat ini, sekarang bukan lagi jamannya generasi alkoholik.

"Ketinggalan jaman itu. Untuk orang-orang yang tak mau belajar, tak mau menuntut ilmu. Hanya orang paling menguasai informasi yang paling dicari di jaman ini. Dan, mereka bukan generasi alkoholik," jelasnya.

Ia berpesan, agar peristiwa miras oplosan menjadi pembelajaran bahwa sesuatu yang diharamkan dalam agama, sesungguhnya demi kebaikan manusia itu sendiri.

"Sudah jelas khamar (miras) diharamkan dalam Islam. Jelas peristiwa ini menunjukkan lebih banyak mudharatnya dengan menelan banyak korban jiwa. Masih banyak yang halal dan carilah itu di dunia ini," tutupnya. (AB_HK)

Penulis : Abu Bakar || editor : HK

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]