MUI Babel : Orangtua Jangan Semata Terfokus Prestasi Akademis Anak - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Rabu, April 18, 2018

MUI Babel : Orangtua Jangan Semata Terfokus Prestasi Akademis Anak

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Wakil ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Belitung, H. Abdul Karim Syamsuri mengatakan, pendidikan akhlak Anak sangatlah penting, dan tak bisa dikesampingkan begitu saja oleh para orang tua, selain pendidikan akademis Anaknya.

Hal tersebut disampaikannya dalam program Cerudik di LPPL In Radio 97,6 FM dengan tema "Siapa Bertanggungjawab Atas Bayi Yang Dibuang", Senin (16/4/2018) malam.

Ia mengatakan, sudah merupakan tugas setiap orangtua berbuat baik kepada Anak-anaknya sebagai titipan Allah subhanahu wa ta'ala. Dimana, salah satunya adalah memberikan pendidikan sekolah dan yang tak kalah penting adalah memperhatikan pendidikan akhlaknya.

"Pendidikan sekolah itu penting, tapi pendidikan akhlak saya kira juga tak kalah pentingnya. Karna itu, akan membentuk karakter Anak-anak dimasa depan," ungkapnya. 

Ia sangat menyesalkan dan prihatin dengan peristiwa bayi malang yang dibuang orangtuanya, yang terjadi baru-baru ini. Ia menilai, hal itu sebagai akibat yang muncul di permukaan, atas kurangnya kesadaran para orangtua mencontohkan langsung penanaman aqidah yang kuat, agar menjadi sebuah teladan yang baik bagi keluarganya. Padahal, kata dia itu merupakan benteng untuk memberikan perlindungan bagi Anak-anaknya dari gempuran pergaulan bebas seperti yang terjadi saat ini.

"Saat ini, banyak orangtua kurang memberikan teladan penanaman Aqidah yang kuat di keluarganya. Padahal, inilah benteng dalam melindungi Anak-anaknya dari gempuran pergaulan bebas seperti terjadi sekarang ini," ungkapnya.

Seperti yang diketahui dan diberitakan sebelumnya, warga Desa Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka dihebohkan dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin perempuan dalam sebuah kantong plastik. Bayi malang ini ditemukan oleh warga dalam kondisi sudah tak bernyawa pada Jum'at (13/4/2018), di saluran air menuju kolong retensi Kacang Pedang. (AB_HK)

Penulis: Abu Bakar ll editor : HK

Tidak ada komentar: