Tingkatkan Kualitas SDM Koperasi, Dinas KUKM Babel Gelar Pelatihan Pelaku Koperasi - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Senin, April 23, 2018

Tingkatkan Kualitas SDM Koperasi, Dinas KUKM Babel Gelar Pelatihan Pelaku Koperasi

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesehatan dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP), Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Prov Kep Bangka Belitung menggelar pelatihan penilaian kesehatan KSP/USP di Gedung Balatkop UMKM,  Senin (23/4/2018).

Sebanyak 60 peserta akan mengikuti pelatihan ini selama 5 hari dari  tanggal 23-27 April 2018. Para peserta pelatihan berasal dari Pendamping Koperasi, Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL), Koordinator PPKL dan pelaku koperasi di Kota Pangkalpinang, Kab Bangka, Kab Babar serta KSP/USP binaan provinsi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengan Prov Kep Babel Hj. Elfiyena mengatakan pelatihan ini salah satunya bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan bagi peserta pelatihan tentang penilaian kesehatan KSP/USP dalam menjalankan tugasnya. Selain itu juga bertujuan untuk mewujudkan SDM koperasi yang berkualitas dan profesional.

"Kita harapkan hasil dari pelatihan ini bisa meningkatkan kinerja KSP/USP menjadi profesional hingga memberi manfaat kepada anggota sebagaimana fungsi koperasi," katanya saat membuka acara tersebut di Gedung Balatkop UMKM di Pangkalpinang, Senin (23/4/18).

Ia menambahkan bahwa pelatihan tidak sekedar memberikan satu materi, namun juga untuk merubah cara pengolahan KSP/USP menjadi profesional sehingga KSP/USP dikategorikan sebagai KSP/USP yang sehat.

"Harus merubah gaya dan prilaku setelah dilatih. Implementasikan apa yang diperoleh dari pelatihan. Artinya harus ada perbaikan baik sikap mental maupun perilaku agar KSP/USH kita sehat," ujarnya.

Penilain kesehatan koperasi dilakukan untuk mengukur KSP/USP. Menurutnya, penilaian KSP/USP ini penting bagi kemajuan koperasi. Penilai kesehatan KSP/USP dilakukan terhadap aspek pemodala, kualitas aktiva produktif, menajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian, pertumbuhan serta jati diri koperasi.

"Penilaian kesehatan KSP/USP harus dilakukan paling sedikit sekali dalam setahun. Penilaian dilakukan setelah KSP/USP menggelar RAT," jelasnya.

Terkait RAT ini, Hj Elfiyena meminta agar para koperasi untuk senantiasa melaksanakan rapat anggota tahunan sekali dalam setahun. RAT ini penting dalam penilaian kesehatan koperasi karena RAT menentukan administrasi yang tertib.

"Sebab kalau tidak tertib, maka sulit sebuah koperasi melakukan RAT," pungkasnya.(Nita).

Tidak ada komentar: