Firdaus Lc, M.Pd : Menjadi Orangtua Repot Didunia Atau Di Akhirat? - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Sabtu, Mei 26, 2018

Firdaus Lc, M.Pd : Menjadi Orangtua Repot Didunia Atau Di Akhirat?

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Bulan Ramadhan yang hadir setahun sekali, seringkali disambut ibarat seperti air yang mengalir. Beribadah telah menjadi rutinitas kebanyakan umat muslim di Indonesia. Sejatinya, jika diniatkan dengan target, tentu akan memberikan efek perubahan yang lebih baik dari bulan Ramadhan sebelumnya. 

Hal ini disampaikan oleh pimpinan Sekolah Alam Bangka Belitung (SABB), Firdaus Lc, M.Pd, saat diwawancarai dalam program CERUDIK In Radio, 97,6 FM Pangkalpinang, Rabu (23/5/2018) malam.

"Imam Abu Hanifah pernah bilang, orang yang ibadahnya ada target dengan yang tidak ada target, akan beda hasilnya. Contoh, kalau kita berlari, misalkan targetnya 100 meter dengan berlari 1000 meter dengan waktu yang sama, pasti akan beda usaha yang dilakukan orang tersebut," jelasnya.

Ia mengatakan, bulan Ramadhan sering pula dianalogikan sebagai bulan berjihad atau berperang, sehingga pada akhirnya mampu membentuk pribadi muslim yang bertaqwa jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam hal kualitas ibadahnya.

"Gak mungkin kan, pas 1 Syawal tiba-tiba bilang kita menang, padahal kita kalah perang. Artinya apa, bulan Ramadhan ya kita harus bersungguh-sungguh dengan persiapan," jelasnya.

Ia mencontohkan, Rosulullah shalallahu'alaihi wa sallam dan para sahabat, serta pemimpin Islam dengan pasukannya, yang mendapatkan kemenangan didalam tiap peperangan, bukanlah mengalir begitu saja, namun karena adanya persiapan. "Itulah mengapa, harus ada persiapan sebelum Ramadhan," jelasnya.

Sibuk Mencari Nafkah, Tak Menjadi Alasan Lalai Menjadi Orangtua

Ustadz Firdaus Lc, M.Pd yang dalam kesehariannya seringkali menjadi pemateri, di berbagai kegiatan dakwah yang berkaitan dengan parenting ini sangat menekankan, agar para orangtua dapat memanfaatkan momentum bulan Ramadhan ini untuk mengingatkan kembali tugas yang melekat bagi tiap orang tua agar dapat memberikan pendidikan yang terbaik bagi Anak-anaknya.

Ia mengatakan, ada sebuah tesis menarik dari Sarah binti Halil, seorang pakar pendidikan anak dari jazirah Arab. Disebutkan dalam Al Qur'an, terdapat 17 dialog antara orangtua dan Anak, dan 14 diantaranya adalah dialog antara Bapak dengan Anaknya.

"Artinya, orangtua tidak bisa beralasan, karena kesibukan mencari uang lantas memberikan kewajiban mendidik Anak pada istri dan sekolah saja," tegasnya.

Ia pun berpesan, sekolah hanyalah membantu pendidikan Anak secara dasar, karena pendidikan terbaik dan utama bagi Anak sesungguhnya adalah dirumah, yang didapatkan dari para orangtuanya.

"Disini orangtua, harus dapat belajar ilmu agama, memperbaiki diri, dan akhlaknya. Karena pendidikan pertama dan utama sekali lagi, itu ada dirumah," ujarnya. (AB_HK)

Penulis : Abu Bakar || editor : Heri Kurniawan

Tidak ada komentar: