Iklan Rokok Memberikan Dampak Besar Terhadap Kenaikan Perokok - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Kamis, Mei 17, 2018

Iklan Rokok Memberikan Dampak Besar Terhadap Kenaikan Perokok

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto menyampaikan, kenaikan jumlah perokok di tengah masyarakat Indonesia, sebagian besar disebabkan karenda adanya pengaruh dari melihat iklan rokok.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2017, telah mewajibkan di setiap kemasan atau bungkus rokok, untuk memberikan gambar peringatan bahayanya merokok, yang dapat merugikan kesehatan.

"Gambar peringatan bahaya merokok tersebut, sebagai bentuk melawan iklan rokok yang gencar dilakukan pihak pengusaha pabrik rokok," jelas Mulyono, disaat acara Seminar Kesehatan dalam rangka memperingati Hari Anti Tembakau Dunia, di Hotel Bangka City Pangkalpinang, Kamis (18/5/2018).

Selain itu, kata dia, kampanye lain untuk menekan bahaya merokok dengan menerapkan Kawasan Tanpa Rokok, dengan cara membuat Peraturan Daerah (Perda) oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Karena itu, menurutnya Kementerian Kesehatan telah memberikan penghargaan kepada daerah Kabupaten/Kota, serta Provinsi yang telah mempersiapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan Perda.

"Kenapa harus dibuat peraturan, karena jika hanya disosialisasikan namun tidak ada sangsi, kan susah, jadi itu upaya yang dilakukan pihak Kementerian," terangnya.

Untuk diketahui, didalam RPJMN telah ditargetkan oleh Pemenritah, agar setiap sekolah dapat menerapkan KTR, dan jika di wilayah Fasilitas Kesehatan (Faskes) bukan diwajibkan KTR, namun sudah Kawasan Bebas Rokok (KBR).

Sementara di wilayah Bangka Belitung sendiri, Mulyono Susanto menyatakan, berdasarkan data sampling, saat ini baru sekitar 4% sekolah di Bangka Belitung yang baru menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), di kawasan sekolahnya. Hal ini berdasarkan metode data sampling, dengan cara mengambil sampel 10 sekolah di setiap Kabupaten/Kota. (Erw_HK).

Penulis : Erwin Gunawan ll editor : Heri Kurniawan

Tidak ada komentar: