Kepala Disperindag Babel : Permendag HET Ayam Rp. 32.000 /Kg - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Senin, Mei 21, 2018

Kepala Disperindag Babel : Permendag HET Ayam Rp. 32.000 /Kg

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG -
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selalu berupaya mengantisipasi gejolak kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, yang sering terjadi ditengah masyarakat setiap tahunnya disaat bulan Ramadhan, serta menjelang lebaran Idul Fitri.
Begitu juga, untuk Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Pengawasan kebutuhan bahan pokok (Bapok) masyarakat, terus dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama dengan tim terkait.

"Kami selalu adakan pengawasan kebutuhan bahan pokok (Bapok) masyarakat, kami juga adakan pasar murah di beberapa titik wilayah Bangka Belitung," jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sunardi, di ruang kerjanya, Senin (21/5/2018).

Ia juga menanggapi kenaikan harga ayam yang terjadi di pasaran beberapa pekan terakhir ini, dikatakannya jika tim satgas pangan dan pihaknya telah memfasilitasi, dan menghasilkan kesepakatan bersama antara pedagang dan agen ayam. Ditetapkan dalam Permendagri No. 27 Tahun 2017, bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) Ayam, adalah Rp 32 ribu per kilogram, untuk ayam yang utuh atau bulat.

"HET ayam itu sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan RI (Permendagri) No.27 tahun 2017 sebesar Rp 32.000 per kilogram, ini untuk ayam yang utuh atau bulat," jelasnya.

Sedangkan, untuk harga ayam yang sudah dipotong-potong, harganya sudah berbeda, dan berlaku mekanisme pasar, yang artinya adalah kesepakatan antara pembeli dan penjual didalam bertransaksi jual-beli.

Sementara bagi masyarakat yang ingin memperoleh daging murah, diakuinya masyarakat dapat membeli daging beku, dengan HET sebesar Rp.80.000 per kilogram.

"Untuk itu, kita akan bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk dapat memfasilitasi mesin pendingin dan Bulog, adapun saat ini Bulog juga telah menjual daging Kerbau dan cukup diminati konsumen," ujarnya.

Ia berharap agar kondisi pasar dapat berjalan dengan normal. Ia pun mengajak bersama-sama untuk menjaga perilaku pasar, antara konsumen dan pedagang saling pengertian, agar pedagang tidak melakukan spekulasi.

"Kita ketahui, sebagian pedagang mendapatkan barang kebutuhan dari distributor, sedangkan kebutuhan bahan pokok wilayah Bangka Belitung ini diperoleh dari luar, atau didatangkan dari daerah lain, karena itu kita tidak melarang pedagang memperoleh keuntungan, akan tetapi tetap melakukan apa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,'' ucapnya. (Erw_HK)


Penulis : Erwin ll editor : Heri Kurniawan

Tidak ada komentar: