Patut Dijaga Kota Muntok Sebagai Kota Bersejarah di Indonesia. - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Selasa, Mei 08, 2018

Patut Dijaga Kota Muntok Sebagai Kota Bersejarah di Indonesia.

INRADIOFM.COM, MUNTOK BANGKA BARAT - Bupati Bangka Barat, Drs. Parhan Ali, mengatakan bahwa Kota Muntok akan selalu memiliki arti tersendiri khususnya oleh warga masyarakat Bangka Barat karena Kota di ujung Pulau Bangka ini pernah menjadi bagian sejarah tempat pengasingan para pendiri Bangsa ini oleh Pemerintah Belanda pada kurun waktu 1948 - 1949. 

Hal ini disampaikannya disela pembukaan Sarasehan Sejarah " Roem - Royen Statement Memories " di Museum Timah Indonesia, Muntok Bangka Barat, Sabtu (5/5/2018).

Ia mengatakan bahwa Sarasehan ini adalah upaya nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat dalam menjaga kelestarian sekaligus promosi wisata yang salah satunya adalah wisata sejarah di Kota Muntok.

" Empat pembicara ini luar biasa. Mereka tokoh Nasional bahkan Internasional. Artinya dapat mengangkat nama Bangka Barat dalam rangka promosi sebagai Kota sejarah dan pariwisata di Babel," ungkapnya.

" Sarasehan ini juga untuk membangkitkan jiwa patriotisme anak muda. Bisa kita katakan berkurang akibat main HP atau gadget selama ini. Kita ingin anak - anak muda belajar lagi sebagai calon pemimpin Bangka Barat, Babel dan Indonesia masa datang," tegasnya.

Tak Cukup Berhenti Disini

Sementara itu Prof. H. Hamid Hasan, M.A, yang merupakan putra asli kelahiran Muntok dan juga adalah Guru Besar Sejarah dari UPI Bandung sebagai salah satu pemateri dalam Sarasehan  Sejarah " Roem - Royen States Memories " menekankan hal penting agar kegiatan sejenis ini dapat lebih mengajak partisipasi tinggi masyarakat sehingga setiap kegiatan memiliki makna dalam pengembangan masyarakat kedepannya.

" Yang kita lakukan hari ini sebuah titik awal baru, kembali memperbaiki dan menyadarkan masyarakat. Sehingga kegiatan berikutnya, kita semakin menjadi tau, berapa banyak yang kita peroleh," ungkapnya.

" Karena satu kejadian, satu kegiatan selalu harus memiliki makna bagi pengembangan masyarakat berikutnya. Jadi, kita tidak cukup berhenti disini," harapnya.

Turut hadir sebagai pemateri dalam Sarasehan ini diantaranya adalah Prof. Hj. Meutia Hatta ( Putri sulung Proklamator RI Bung Hatta ), Dr. Hasan Wirayuda ( Menteri Luar Negeri RI periode 2001 - 2009 ), Dr. dr. Roesdi Hussein ( Sejarahwan ) dan dipandu oleh Dr. Yan Megawandi ( Sekda Prov. Kep. Bangka Belitung ). (AB)

Tidak ada komentar: