Sinergitas Kementerian Perdagangan dan Pemprov Babel Dalam Wujudkan Stabilitasi Harga Bahan Pokok - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Kamis, Mei 03, 2018

Sinergitas Kementerian Perdagangan dan Pemprov Babel Dalam Wujudkan Stabilitasi Harga Bahan Pokok

INRADIOFM.COM, BANGKA TENGAH - Plt Direktorat Jenderal PKTN Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Srie Agustina, memaparkan beberapa konsep untuk menjaga ketersediaan serta kestabilitas harga bahan pokok di daerah.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan dalam menghadirkan ketersediaan atas pangan serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat Indonesia telah membuat suatu kebijakan untuk menjaga stabilitasi harga dan ketersediaan pangan dengan menjaga inflasi, kemudian meningkatkan ekspor non migas, serta reformasi birokrasi.


" Reformasi birokrasi dilakukan dengan memberikan kemudahkan kepada para investor untuk berinvestasi, percepatan pelayanan perizinan," terangnya, Kamis (03/05/2018), Hotel Santika.


Selain itu, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memperoleh kebutuhan hidup mereka, ada empat ( 4 ) konsep dari Kementerian Perdagangan, meliputi : pertama penatalaksanaan yaitu melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha.


kemudian, Penguatan regulasi serta pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kemendag beserta jajarannya bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia.


" Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok dan terakhir melalui upaya khusus yaitu penetrasi ke pasar rakyat dan toko swalayan," paparnya.


Menerapkan empat konsep tersebut, ia menjelaskan setelah terjun langsung melihat kondisi langsung pergerakan harga kebutuhan bahan pokok dipasaran yang ada di Bangka Belitung, dirinya menyatakan harga kebutuhan relatif stabil, meskipun ada beberapa produk masih berada diatas harga normal serta sekaligus menghimbau kepada para pedagang dan pengusaha untuk dapat memperbanyak menjual beras medium.


" Terkait ketersediaan beras, saat saya melakukan peninjauan langsung dipasaran dan melihat ketersediaan beras jenis medium jumlahnya masih sedikit dibandingkan beras jenis premium yang dijual para pedagang," katanya. (Erw ).

Tidak ada komentar: