Tenyata Ini Penyakit Paling Banyak Dialami Para Mustahiq - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Jumat, Mei 18, 2018

Tenyata Ini Penyakit Paling Banyak Dialami Para Mustahiq

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Berdasarkan hasil kunjungan rutin mingguan tim dokter dari rumah sehat BAZNAS Timah, ke beberapa daerah pelosok dan terpencil yang ada di Bangka, didapati fakta yang cukup mengejutkan. Hipertensi atau darah tinggi menjadi penyakit yang paling banyak dialami oleh para warga tidak mampu (Mustahiq), selama ini.

"Dari hampir 3 tahun kami melakukan pengobatan gratis ke daerah pelosok pulau Bangka, di lapangan banyak kami jumpai para mustahiq (warga tidak mampu) yang menderita hipertensi atau darah tinggi," ungkap Harun S.KM, staf kepesertaan Rumah Sehat BAZNAS Timah, saat diwawancarai dalam program Cerudik In Radio, Kamis (17/5/2018) malam.

Harun menambahkan, darah normal manusia adalah 120/80, namun dari kebanyakan Mustahiq yang berobat dengan rentang usia 40 tahun keatas, rata-rata tensinya diatas 140.

Ia menjelaskan, rumah sehat BAZNAS Timah, selain memberikan pengobatan gratis secara rutin setiap minggunya, juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar berperan dalam mencegah penyakit, dengan langsung mempraktekkan pola hidup sehat dalam kesehariannya.

"Selain pengobatan gratis, kami juga mengedukasi bagaimana para mustahiq bisa mencegah dan menangani penyakitnya," jelasnya.

Ia mencontohkan, untuk penyakit hipertensi. Kata dia, penyebabnya adalah konsumsi garam yang tinggi. Seperti di Bangka, ada belacan (terasi) atau rusip, bumbu maupun makanan-makanan ini kandungan garamnya cukup tinggi. Bahkan, termasuk penambah rasa masakan, seperti micin, yang juga tinggi kadar garamnya.

20 Pemdes Telah Bekerjasama

Ia juga menyampaikan, sudah terdapat dua puluh (20) pemerintah desa yang telah bekerjasama dengan rumah sehat BAZNAS Timah, didalam memberikan pelayanan kesehatan tersebut, khususnya kepada warga kurang mampu di daerahnya.

"Silakan hubungi BAZNAS terdekat, terutama pemdes yang belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, seperti jarak satu dusun dengan dusun lainnya cukup jauh. Kalau memang layak, akan kami kunjungi walaupun menyeberang pulau, InsyaAllah tetap kami datangi," ungkapnya.

Dikatakannya, agar masyarakat tidak perlu khawatir akan pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat-obatan untuk pengobatan gratis tersebut, karena semuanya murni berasal dari dana zakat untuk fakir miskin atau mustahiq, yaitu zakat dari masyarakat Babel bukan dari yang lain. (AB_HK)

Penulis : Abu Bakar ll editor : Heri Kurniawan

Tidak ada komentar: