Tim Jejaring Keamanan Pangan Babel Temukan Produk Tidak Layak Konsumsi - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Jumat, Mei 11, 2018

Tim Jejaring Keamanan Pangan Babel Temukan Produk Tidak Layak Konsumsi

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG Adanya temuan beberapa produk makanan segar dan olahan di beberapa tempat pusat perbelanjaan modern di Kota Pangkalpinang yang tidak layak di konsumsi, dapat dijadikan acuan bagi konsumen untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan.

Temuan produk pangan tidak layak dikonsumsi ini, ditemukan oleh Tim Jaringan Keamanan Pangan Daerah Bangka Belitung, yang terdiri dari Disperindag Babel, Dinas Pangan, BPOM, serta Kepolisian Daerah Babel di saat melakukan pengawasan, serta pengecekan produk di pusat perbelanjaan Puncak dan Hypermart BTC, Pangkalpinang, Jumat (11/5/2018).

Tim jejaring dari Dinas Pangan Babel, Armaini mengatakan, pihaknya menemukan ada beberapa produk yang tidak layak diedarkan, apalagi untuk dikonsumsi oleh konsumen.

"Saat kita melakukan pengecekan di lapangan tadi, ada beberapa produk seperti buah-buahan yang tidak layak dijual, minuman yang sudah kedaluwarsa, dan kemasannya rusak," jelas Armaini.

Dikatakannya, berdasarkan Undang-undang Pangan No.18/2012 Pasal 70 dan 71 yang menjelaskan, dilarangnya mengedarkan produk-produk pangan yang tidak sesuai dengan standarisasi.

"Kasus yang kita temui tadi, saat ini akan diberikan peringatan dini, kemudian jika pelaku usaha masih membandel, kita akan melakukan penindakan tegas. Oleh karena itu, dengan adanya peringatan, pelaku usaha harus betul-betul menjual, dan mengedarkan produk pangan sesuai SOP pasar modern, seperti kasus yang pernah terjadi sebelumnya, kasus wortel impor yang sudah kita tangani dan amankan," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan pembinaan, pihaknya telah mengingatkan kepada para pelaku usaha agar berhati-hati. Manajemen harus mengawasi setiap produk yang akan diedarkan, untuk menjaga mutu dan keamanan produk yang akan di konsumsi konsumen.

"Lihat sanitasinya, kebersihan, sistem distribusi, serta pengemasannya, karena produk makanan segar, seperti buah misalnya yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat, apalagi Anak-anak. Mereka belum dapat mengetahui, apakah produk yang di konsumsi baik atau tidak," terangnya. (Erw_HK).

Tidak ada komentar: